Oknum Dosen UIN Datokarama Palu Minta Maaf, Diduga Menghina Maruf Amin hingga Menteri Yaqut

Didin Faqihudin, dosen Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Datokarama Palu disebut menghina tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama (NU).

Editor: Faisal Zamzami
handover
Seorang Dosen Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Datokarama Palu bernama Didin Faqihudin menghina tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama (NU). Informasi dihimpun TribunPalu.com, oknum dosen tersebut menghina sejumlah tokoh NU antara lain Presiden ke 4 KH Abdurrahman Wahid, Wapres Indonesia KH Maruf Amin, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, dan Menteri Agama KH Yaqut Cholil Qoumas. 

SERAMBINEWS.COM, PALU - Didin Faqihudin, dosen Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Datokarama Palu disebut menghina tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama (NU).

Sejumlah tokoh NU yang dihina adalah Presiden ke-4 KH Abdurrahman Wahid, Wapres Indonesia KH Maruf Amin, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, dan Menteri Agama KH Yaqut Cholil Qoumas.

Penghinaan itu diunggah Didin Faqihudin di media sosial Twitter.

Usai postingannya viral, didin pun harus meminta maaf kepada seluruh keluarga besar NU di kantor NU Sulawesi Tengah.

Didin Faqihudin meminta maaf kepada seluruh keluarga besar NU baik di Kota Palu maupun di Indonesia umumnya.

"Bersama surat ini bermaksud menyampaikan permohonan maaf atas yang telah saya lakukan terkait medsos twitter saya. Permohonan maaf saya ini saya tujukan kepada seluruh keluarga besr NU dimanapun berada. Saya mengakui segala kesalahan saya yang sesungguhnya terjadi karena kebodohan saya sendiri dalam bermedia sosial," kata Dosen Pendidikan Bahasa Arab UIN Datokarama Palu itu.

Selain itu Didin menyebut dirinya sama sekali tidak terlibat dengan organisasi terlarang apapun.

"Saya juga ingin menyatakan bahwa saya tiak terkait dengan organisasi terlarang apapun. Dengan surat ini saya berjanji tidak akan mengulangi apa yang telah saya lakukan dan jika saya mengulangi lagi saya siap diproses secara hukum," tuturnya.

Baca juga: Istri Polisi Tersangka Kasus Ujaran Kebencian, Gegara Sebut Tiga Polisi Terlibat Pembunuhan Kakaknya

Sebelumnya, Didin Faqihudin menghina Menteri Gus Yaqut Cholil Qoumas atas agenda menteri mengundang Paus Fransiskus pemimpin umat Katolik ke Indonesia.

Oknum dosen itupun kemudian bercuit “Cium tangan ga’?” 

Cuitannya itupun beredar di group WhatsApp dalam bentuk tangkapan layar.

Tak hanya itu, oknum dosen tersebut juga menanggapi berita ketua umum PBNU yang meyakini bahwa Gus Dur adalah Waliullah ke-10.

“Wali Kelas”, tulis DF singkat di kolom komentar.

Begitupun dengan berita terkait Wapres Kyai Ma’ruf Amin yang menyindir gaya hidup mewah pejabat.

Kata Kyai Ma’ruf Amin: “Jangan sampai masyarakat enggan bayar pajak”.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved