Jurnalisme Warga
Haruskah Diberlakukan Tes Masuk SD/MI/Sederajat?
PENDIDIKAN selayaknya dapat dirasakan secara merata oleh semua anak di Indonesia tanpa dibeda-bedakan latar belakangnya
Di antara beberapa target capaian yang harus dicapai adalah satuan pendidikan di PAUD dan SD/ MI/sederajat perlu menerapkan pembelajaran yang membangun enam kemampuan fondasi peserta didik, yaitu 1) mengenal nilai agama dan budi pekerti; 2) keterampilan sosial dan bahasa untuk berinteraksi; 3) kematangan emosi untuk kegiatan di lingkungan belajar; 4) kematangan kognitif untuk melakukan kegiatan belajar seperti memiliki dasar literasi dan numerasi; 5) pengembangan keterampilan motorik dan perawatan diri untuk berpartisipasi di lingkungan belajar secara mandiri; dan 6) pemaknaan terhadap belajar yang positif (Serambinews.com, 29 Maret 2023).
Pada hakikatnya, sekolahlah sebagai level kedua setelah orang tuanya yang bertanggung jawab untuk mengantarkan para peserta didik di SD/madrasah pada pintu kesuksesan baik secara IQ maupun ESQ. Sekolah dengan sistem manajemen yang baik dari segala sisi dan didukung oleh sumber daya manusia (SDM) yang andal dan profesional juga didukung dengan prasarana-sarana yang memadai tentunya tidak akan mengalami kesulitan untuk mencetak generasi-generasi yang tidak hanya pintar dan berprestasi, tapi juga cerdas secara emosional dan berkarakter.
Untuk memaksimalkan gerakan transisi tersebut, pihak terkait seperti Kemendikbud, dinas pendidikan daerah, serta Kementerian Agama yang mengawasi pendidikan di tingkat MIN perlu mengevaluasi dan mengawasi pelaksanaan PPDB dan menyesuaikan juga buku-buku teks yang akan digunakan siswa di tingkat SD/MI/sederajat agar tidak menekankan pada penguasaan teks bacaan yang panjang dan numerasi dengan tingkat kesulitan tinggi bagi siswa SD kelas 1 dan 2, sehingga siswa ini dapat memperoleh pembelajaran yang bermakna di usianya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/MULYANI.jpg)