Opini

Standar Pendidikan Aceh Berdaya Saing Global

Guru yang berkualitas dan berkompeten dalam mengajar merupakan faktor penting dalam meningkatkan daya saing pendidikan, mampu menginspirasi,

Editor: mufti
hand over dokumen pribadi
Rektor UNIKI Bireuen, Prof Dr Apridar SE MSi 

Penggunaan teknologi dalam pembelajaran dapat membantu meningkatkan daya saing, dapat memfasilitasi akses ke informasi, memperluas peluang pembelajaran, dan mengembangkan keterampilan digital yang kritis dalam era digital saat ini. Meningkatkan keterampilan tambahan atau keahlian khusus juga dapat meningkatkan daya saing peserta didik. Ini dapat meliputi keikutsertaan dalam pelatihan atau kursus ekstrakurikuler, magang, partisipasi dalam proyek-proyek ilmiah atau penelitian, serta pengembangan keterampilan kepemimpinan dan kemampuan beradaptasi.

Berkarakter islami

Memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mendapatkan pengalaman praktis melalui magang, kunjungan industri, atau proyek nyata dapat meningkatkan daya saing mereka. Pengalaman praktis memberikan wawasan langsung tentang dunia kerja dan membantu peserta didik mengembangkan keterampilan yang relevan.

Mengembangkan jiwa kewirausahaan dan keterampilan berwirausaha dapat membantu peserta didik untuk menjadi inovatif, mandiri, dan memiliki kemampuan untuk menciptakan peluang di dunia kerja. Daya saing dalam pendidikan melibatkan kombinasi faktor-faktor ini, yang bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik dengan keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang diperlukan untuk berhasil di dunia pendidikan dan karier.
Standar pendidikan Aceh merujuk pada nilai-nilai ajaran Islam, yaitu iman yang kokoh dan tulus kepada Allah swt sebagai satu-satunya Tuhan sehingga menghasilkan ketenangan, kepercayaan, dan keteguhan dalam menghadapi cobaan hidup. Kemudian ketakwaan sebagai kesadaran dan rasa takut kepada Allah swt yang mendorong seseorang untuk menjauhi dosa dan melakukan perbuatan baik. Orang yang memiliki taqwa selalu menjaga hubungan baik dengan Allah dan berusaha hidup sesuai dengan tuntunan-Nya.

Ikhlas  atau kehendak murni dalam melakukan segala perbuatan hanya karena Allah swt, tanpa mengharapkan pujian atau penghargaan dari manusia. Ikhlas menuntut kesucian niat, tindakan, dan pengabdian yang murni kepada Allah. Kesabaran sikap menahan diri dan tegar dalam menghadapi cobaan dan kesulitan. Sabar tidak hanya bersifat pasif, tetapi juga mencakup ketabahan dan ketekunan dalam menjalankan kewajiban dan menahan diri dari godaan yang melanggar ajaran Islam.

Rasa syukur sebagai ungkapan terima kasih kepada Allah swt atas segala nikmat dan karunia-Nya, meliputi penghargaan, penggunaan nikmat dengan baik, dan berbagi dengan orang lain. Akhlak mulia mencakup berbagai sifat baik seperti jujur, amanah, rendah hati, ramah, sopan dan santun dalam berinteraksi dengan sesama manusia. Islam mengajarkan pentingnya pengembangan karakter yang baik dalam hubungan sosial.

Keadilan adalah memberikan hak-hak sesuai dengan kebenaran dan menghindari penyelewengan atau diskriminasi. Orang yang adil berlaku jujur, objektif, dan tidak memihak dalam berbagai situasi. Sikap penuh kasih sayang, pengertian, dan kepedulian terhadap sesama manusia dan makhluk Allah lainnya. Kasih sayang dan belas kasihan yang ditunjukkan kepada orang lain merupakan salah satu nilai penting dalam Islam penting ditanamkan terhadap peserta didik.

Karakter islami merupakan upaya untuk menjalani kehidupan sesuai dengan ajaran agama Islam dan memberikan dampak positif dalam hubungan dengan Allah, sesama manusia, dan lingkungan sekitar. Semoga dengan adanya pendidikan yang baik, akan lahir lebih banyak lagi manusia sukses dunia dan akhirat

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved