Kamis, 30 April 2026

Opini

Ketika Jeumpa Kuneng Kian Langka Ditemui

JEUMPA Kuneng adalah sebutan untuk tanaman Cempaka Kuning dalam Bahasa Aceh, yang dulu disebut Michelia champaca dan kini berganti menjadi Magnolia ch

Tayang:
Editor: mufti
IST
Dr Zumaidar MSi, Staf Pengajar Jurusan Biologi FMIPA USK 

Pelestarian lekat hubungannya dengan pemanfaatan. Upaya pemanfaatan Jeumpa Kuneng untuk berbagai produk adalah salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan keberadaan tanaman Jeumpa Kuneng sebagai Maskot Flora Aceh. Dengan berkembangnya pemanfaatan tanaman Jeumpa Kuneng diharapkan kesadaran masyarakat dapat muncul untuk ikut serta menanam kembali di halaman rumah sebagai tanaman hias sekaligus sebagai tanaman peneduh. Alhamdulillah, setidaknya hari ini tanaman Jeumpa Kuneng masih dapat ditemui di halaman samping dan belakang Masjid Raya Baiturrahman, meskipun hanya beberapa pohon.

Pemandangan unik

Kepada pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota penulis berharap agar mengambil peran sebagai motor penggerak untuk melestarikan kembali Jeumpa Kuneng.  Berharap, ketika di setiap jalan utama, halaman perkantoran dan sekolah juga masjid diharuskan menanam Jeumpa Kuneng maka dipastikan bahwa pengenalan terhadap maskot flora akan dapat dipertahankan pada generasi selanjutnya.

Jika hal ini terjadi, tidak hanya masyarakat Aceh yang dapat menikmati pemandangan terhadap wujud maskot flora Jeumpa Kuneng yang tersebar di setiap tempat, tetapi juga menjadi pemandangan unik bagi tamu yang datang dari wilayah lain. Dengan bangganya setiap orang (masyarakat Aceh) dapat menunjukkan wujud dan bercerita tentang si Bungong Jeumpa yang telah mendarah daging dalam budaya masyarakat Aceh.

Saat ini masih belum sedemikian, namun harapan ini tetap menjadi mimpi yang akan nyata di beberapa tahun mendatang, insya Allah. Di sisi lain kita juga berkewajiban mewariskan kearifan lokal Jeumpa Kuneng kepada anak cucu di masa mendatang, karena pada dasarnya, apa yang kita miliki saat ini adalah pinjaman dari generasi selanjutnya yang harus tetap utuh diwariskan kembali. Wallahua’lam.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved