Kupi Beungoh

Gadget serta Buntutnya Terhadap Psikologi Anak

Penggunaan gadget yang berlebihan tentunya akan berdampak buruk pada kesehatan, karena gadget bekerja dengan cara memancarkan gelombang radiasi

Editor: Amirullah
ist
Ulfa Azkia 

Oleh: Ulfa Azkia

Di era digitalisasi, tanpa kita sadari semua aspek dalam kehidupan sudah di bantu oleh teknologi digital.

Munculnya berbagai perangkat elektronik seperti televisi, komputer/laptop, tablet, telepon pintar (gadget), dan lain sebagainya, tentunya mempermudah kita dalam segala aktifitas, baik itu di dalam rumah maupun di luar rumah.

Pada awalnya perangkat-perangkat eletronik tersebut hanya digunakan oleh orang dewasa untuk membantu pekerjaan mereka dan untuk berkomunikasi antara rekan kerja maupun keluarga.

Namun, seiring berjalannya waktu dan kemajuan zaman, perangkat eletronik khususnya gadget sudah banyak digunakan oleh kalangan remaja dan bahkan anak-anak usia dini.

Gadget dengan segala kecanggihan yang terdapat di dalamnya, awal mulanya banyak digunakan oleh anak-anak dan remaja sekolahan pada masa pandemi covid-19 yang melanda Indonesia pada pertengahan maret 2020 lalu.

Segala aktivitas belajar mengajar di lakukan secara daring, yaitu melalui jejaring computer, internet dan sebagainya.

Namun, ternyata setelah keadaan mulai membaik dan kegiatan belajar mengajar sudah dilakukan secara luring kembali, anak-anak sekolah masih terus berlanjut menggunakan gadget.

Gadget untuk anak-anak sekolah memang diperlukan, entah itu untuk belajar ataupun sebagai media komunikasi antar teman-teman.

Selain sebagai media komunikasi, gadget juga bermanfaat sebagai suatu media untuk meningkatkan keterampilan kognitif serta koordinasi tangan dan mata pada anak.

Gadget dapat memberikan pengaruh yang baik kepada anak jika menggunakannya dengan baik, karena melalui gadget anak-anak juga dapat mempelajari hal-hal baru dan mengenal budaya yang berbeda melalui penggunaan aplikasi dan internet, misalnya melalui video yang ada di youtube, game yang dapat mengedukasi maupun melatih kognitif anak, ataupun media sosial seperti Instagram, TikTok, dan sebagainya.

Namun kebanyakan anak usia dini lebih banyak menghabiskan waktu bersama gadget dengan menonton video youtube ataupun bermain game sederhana yang diperuntukkan untuk anak-anak, sedangkan media sosial lebih banyak diakses oleh remaja.

Agar penggunaan gadget tidak berlebihan oleh remaja dan anak-anak usia dini maka pengawasan oleh orang tua sangat diperlukan.

Rosalina Verauli, psikologi klinis anak, remaja, dan keluarga, mengatakan “Tahap usia dua tahun pertama itu orang tua harus mendampingi dan manfaat menggunakan gadget itu adalah melatih sensor motorik skill. Misal, dalam bermain warna, bentuk dan juga musik”.

Orang tua sangat berperan besar dalam memantau anak-anak ketika bermain dengan gadget, karena tanpa pantauan dari orang tua dikhawatirkan anak akan kecanduan gadget, jika anak sudah kecanduan dengan gadget maka akan semakin sulit bagi orang tua dalam mendidik anaknya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved