Luar Negeri
Industri Halal Peluang Bagi Peniaga Aceh
Di hadapan para pengusaha dan peniaga Aceh, Datuk Sri Shamsul Anuar Nasarah menyarankan agar Aceh Bisnis Forum yang saat ini masih dalam proses pemben
SERAMBINEWS.COM, KUALA LUMPUR – Timbalan atau Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Malaysia, Datuk Sri Shamsul Anuar Nasarah menyampaikan apresiasinya atas pertemuan para pengusaha dan peniaga asal Aceh, di Kuala Lumpur, awal pekan ini. Ia berpendapat, pertemuan para pengusaha keturunan Aceh yang tinggal di Indonesia maupun Malaysia ini semakin menegaskan keakraban hubungan kedua negara bertetangga.
“Hubungan Malaysia dengan Indonesia sudah begitu akrab, apalagi adanya hubungan baik antara Perdana Menteri (Malaysia) dengan Bapak Jokowi Presiden Indonesia. Kunjungan ke dua-dua pemimpin ini ke Malaysia dan Indonesia adalah bukti keakraban tersebut,” ungkap Datuk Shamsul Anuar, dalam acara bincang niaga Aceh Bisnis Forum (ABF) di Hotel Grand Hyatt Kuala Lumpur, Senin (12/6/2023) malam.
Pertemuan yang disponsori oleh PT Trans Continent ini dihadiri oleh sekitar 50 pengusaha dan peniaga keturunan Aceh, yang menetap di Aceh, Medan, Jakarta, dan Malaysia. Turut hadir dan memberi sambutan, antara lain Ismail Rasyid (CEO PT Trans Continent), Dr Ir Taufiq S., M.Eng., IPU (Wakil Rektor USK Bidang Perencanaan, Kemitraan, dan Bisnis), Muslim Armas (Ketua PP Taman Iskandar Muda), dan Datuk Mansyur Usman (Presiden Persatuan Melayu Berketurunan Aceh Malaysia).
Pasar industri halal
Di hadapan para pengusaha dan peniaga Aceh, Datuk Sri Shamsul Anuar Nasarah menyarankan agar Aceh Bisnis Forum yang saat ini masih dalam proses pembentukan, bisa mengambil peluang untuk menggarap industri halal di Malaysia maupun negara-negara lain di dunia. “Industri halal merupakan peluang perniagaan yang patut disertai oleh rakan-rakan ABF Aceh,” ujarnya.
“Industri Halal Malaysia diharapkan berkembang kepada angka USD113.2 bilion (RM500.4 bilion) pada tahun 2030 dengan sumbangan dalam Keluaran Dalam Negara Kasar (KDNK) sebanyak 8.1 peratus menjelang 2025, menerusi Pelan Induk Industri Halal (HIMP) 2030,” ungkap Shamsul Anuar.
Menurutnya, sektor makanan dan minuman menjadi sektor utama ekonomi halal Malaysia dengan nilai ekspor sebanyak RM27.84 bilion, yaitu 46.8 persen dari total ekspor halal Malaysia. Penyumbang kedua terbesar lain adalah bahan halal, yang mencatatkan peningkatan sebanyak 73.1 peratus daripada angka tahun lepas kepada RM23.35 bilion atau 39.3 peratus daripada jumlah ekspor halal.
“Banyak lagi sektor ekonomi yang boleh diceburi oleh rakan-rakan niaga dari ABF Aceh, antaranya derivatif minyak sawit, kimia industri, farmaseutikal, dan sebagainya,” kata Anuar.
Ia menambahkan, datu daripada perkara yang berlaku sewaktu lawatan Presiden Jokowi ke Malaysia beberapa hari lalu adalah berkaitan dengan Industri Halal. Penandatanganan naskah kesepahaman bersama atau MoU antara Indonesia dan Malaysia membuktikan bahwa industri halal menjadi perhatian serius kedua negara. “Maka eloklah peniaga peniaga ABF Aceh melihat dan menceburi Indutri Halal,” ungkap Datuk Shamsul Anuar.
Bincang niaga
Setelah pembukaan dan diskusi dengan Wamendagri Malaysia, ABF menggelar diskusi dan bincang niaga santai dengan puluhan pengusaha Aceh yang bermukim di Malaysia. Para penggagas ABF, seperti Ismail Rasyid, Muslim Armas, Munzir Al Munir, dan lainnya, mendengar dengan seksama penjelasan beberapa pengusaha dan akademisi Aceh yang datang dari Aceh maupun para peniaga di Malaysia.
Fahmi M Nasir, yang merupakan seorang akademisi asal Aceh, menjelaskan cukup panjang perihal para pelaku niaga besar di Malaysia yang sangat berpengaruh di sana. Ia juga menyampaikan peran-peran politik yang dapat diambil demi membangkitkan dunia usaha antara ABF dan sejawat di Malaysia.
CEO PT Trans Continent Ismail Rasyid sambutannya mengatakan, ABF merupakan forum ekonomi lintas pengusaha yang ada di Aceh, Jakarta, Malaysia, dan wilayah-wilayah lain di dunia. Mereka yang selama ini bergerak sendiri-sendiri, kini dapat bergerak secara beriringan dengan ABF. ABF juga memberikan ruang kepada pelaku UMKM untuk berkiprah lebih luas. Termasuk meningkatkan kapasitas untuk naik kelas menjadi peniaga-peniaga lebih besar di kemudian hari.(ar)
Menjajaki Konektivitas Langsung Port Klang-Banda Aceh
Setelah melakukan kunjungan lapangan ke Pelabuhan Barat di Port Klang dan Bincang Niaga di Grand Hyaat Hotel Kuala Lumpur, pada Selasa (13/6/2023), delegasi Aceh Bisnis Forum (ABF) yang dipimpin Ismail Rasyid dan Muslim Armas, berkunjung ke Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur. Rombongan diterima oleh Wakil Duta Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur, Rossy Verona, bersama Koordinator Fungsi Ekonomi Hendra Purnama Iskandar, Sekretaris I Ekonomi Muhammad Arief Priowahono, dan beberapa staf KBRI.
Berita Luar Negeri
Industri Halal Peluang Bagi Peniaga Aceh
pengusaha aceh
pengusaha aceh di malaysia
Malaysia
Aceh Bisnis Forum
Sosok Robin Westman, Penembak Sekolah Pakai Senjata Bertuliskan 'Bunuh Trump' dan 'Bakar Israel' |
![]() |
---|
Kim Jong Un Perintahkan Senjata Nuklir Dipercepat saat AS-Korsel Latihan Militer |
![]() |
---|
Mesin Pesawat Condor Jerman Meledak di Udara, Begini Nasib 273 Penumpang |
![]() |
---|
Korban Tewas Banjir Bandang dan Longsor Pakistan Lampaui 350 Orang |
![]() |
---|
5 Orang Tewas akibat Helikopter Pakistan Jatuh Saat Misi Penyelamatan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.