Luar Negeri

Industri Halal Peluang Bagi Peniaga Aceh

Di hadapan para pengusaha dan peniaga Aceh, Datuk Sri Shamsul Anuar Nasarah menyarankan agar Aceh Bisnis Forum yang saat ini masih dalam proses pemben

Editor: mufti
SERAMBI/AGUS RAMADHAN
BINCANG NIAGA - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Malaysia, Datuk Sri Shamsul Anuar Nasarah (tengah) berfoto bersama para pengusaha, peniaga, dan akademisi keturunan Aceh, dari Indonesia dan Malaysia, usai pembukaan “Bincang Bisnis Aceh Bisnis Forum” di Hotel Grand Hyaat Kuala Lumpur, Senin (12/6/2023) malam. 

Dalam kesempatan itu, Founder dan CEO PT Trans Continent yang juga penggagas Aceh Bisni Forum (ABF), Ismail Rasyid berharap jalur perdagangan langsung dari  Aceh ke Port Kalang Malaysia, maupun sebaliknya dapat dibuka. Sebab, kata dia, Aceh memiliki sejumlah produk unggulan yang dapat diekspor ke luar negeri, termasuk ke Malaysia.

Oleh karena itu, ia berharap peran pemerintah daerah dan pusat untuk bersama-sama mencari solusi agar jalur perdagangan antara Aceh dengan Pelabuhan Klang ini dapat dibuka. “Kita berharap jika suatu hari nanti  jalur perdagangan ini bisa dibuka secara regular, baik itu mingguan atau per bulan. Kami melihat ini sangat potensial untuk dijalankan,” ujarnya.

Dari pihak ABF sendiri hadir Ketua Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (PP TIM) Muslim Armas, Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan Kemitraan & Bisnis Universitas Syiah Kuala Prof Dr Taufik Saidi, Arif Jamaluddin, Jafar Insya Reubee, Munzir Al Munir, dan sejumlah pengusaha Aceh lainnya, termasuk Ketua Asosiasi Saudagar Industri Aceh (ASIA), T Dhahrul Bawadi.

Ismail Rasyid mengatakan, saat ini sejumlah pengusaha Aceh memiliki tantangan besar dalam menjalankan bisnisnya ke pasar luar, yakni kesulitan mengirim produknya dalam jumlah besar ke luar Aceh. Dia mencontohkan, saat ini pengiriman barang dengan kontainer dari Jakarta memakan waktu hingga 14 hari, karena kapal harus singgah di banyak tempat. Padahal jika ada pelayaran langsung Jakarta ke Banda Aceh, pengiriman barang hanya butuh waktu selama dua setengah hari.

Lamanya pelayaran pengiriman ke  Aceh, kata Ismail, karena dilakukan stockover di Kuala Tanjung atau di Dumai. Begitu juga sebaliknya. “Jadi kita berharap apa yang ada dalam perencanaan kita nanti tentu akan berkomunikasi dengan pemerintah,” paparnya.

Wakil Duta Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur, Rossy Verona, bersama Koordinator Fungsi Ekonomi Hendra Purnama Iskandar, mendukung penuh keinginan ABF untuk menjajaki dan mewujudkan konektivitas langsung antara pelabuhan Klang dengan pelabuhan di Aceh, terutama pelabuhan Malahayati yang berjarak sekira 40 kilometer dari pusat bandar Aceh.(ar)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved