Jurnalisme Warga

Tuntutlah Ilmu ke Kampung Inggris

Kampung Inggris sebenarnya bukanlah nama administratif bagi sebuah desa, melainkan hanya ‘lakab’ atau nama sapaan yang digunakan media

Editor: mufti
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Dr. YUNI ROSLAILI, M.A., Dosen UIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh, melaporkan dari Kediri, Jawa Timur 

Dr. YUNI ROSLAILI, M.A., Dosen UIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh, melaporkan dari Kediri, Jawa Timur

Kampung Inggris, sebutan bagi sebuah desa di Kabupaten Kediri, Jawa Timur.  Kampung Inggris sebenarnya bukanlah nama administratif bagi sebuah desa, melainkan hanya ‘lakab’ atau nama sapaan yang digunakan media saat melaporkan situasi unik di Desa Pare.

Pare adalah sebuah desa yang dijadikan destinasi menuntut ilmu bagi yang ingin meng-up grade kemampuan bahasa Inggrisnya. Jadi, Kampung Inggris adalah nama yang diberikan oleh media saat melaporkan keunikan Desa Pare yang 'menginggris'. Menginggrisnya desa itu disebabkan banyak lembaga kursus bahasa Inggris, hadirnya para pembelajar bahasa Inggris, dan penduduk kampung yang ikut berbahasa Inggris. Jadi, jika kita membeli sesuatu di warung, bahasa yang digunakan adalah bahasa Inggris.

Menjelang musim liburan sekolah, kampung Inggris semakin ramai didatangi anak-anak sekolah maupun mahasiswa. Ada yang  datang secara pribadi, ada juga secara berkelompok. Yang datang secara pribadi biasanya diantar oleh orang tua, jika masih anak-anak atau anaknya perempuan seperti anak saya.

Namun, ada juga yang datang sendiri. Mereka dari berbagai wilayah di Indonesia bahkan ada yang datang dari luar negeri. Adapun yang datang berkelompok biasanya para mahasiswa yang telah membooking satu kelas khusus untuk mereka.

Ada beragam alasan yang mendorong mereka datang ke Kampung Inggris, di antaranya karena ingin lanjut sekolah ke luar negeri, lanjut kuliah S-2,  kuliah banyak menggunakan referensi Inggris, meningkatkan nilai TOEFL/IELTS, ingin bekerja di kapal pesiar, dan lain-lain.

Berdasarkan hasil wawancara saya, ada sekitar 160 lembaga kursus di Kampung Inggris. Sebenarnya lembaga belajar di Kampung Inggris tidak hanya mengajarkan bahasa Inggris, ada juga lembaga yang mengajarkan bahasa Arab dan tahfiz Qur'an, walaupun  memang lebih banyak lembaga  kursus bahasa Inggris. Namun demikian, hampir di setiap lembaga yang mengajarkan bahasa Inggris ada kegiatan wajib di asramanya, seperti  shalat jamaah, yasinan, pidato (berbahasa Inggris), dan tahfiz Qur'an. Hal ini menimbulkan pertanyaan tersendiri di benak saya, mengapa pendekatan dan metode proses belajar-mengajar di Kampung Inggris nyaris serupa, ala-ala pondok pesantren? Usut punya usut ternyata hampir semua pengajar di Kampung Inggris berguru pada satu guru yang sama, yaitu Pak Kallen.

 

Siapakah Pak Kallen?

Pak Kallen merupakan alumnus Gontor. Beliau berasal dari Kalimantan. Usai belajar di pondok, Kallen muda tidak langsung pulang kampung, namun pergi berguru pada seorang ustaz yang selain alim ilmu agamanya juga menguasai lima bahasa asing, di antaranya bahasa Arab dan bahasa Inggris. Namanya Ustaz Yazid.  Singkat cerita, setelah selesai belajar,  Kallen tidak pulang ke Kalimantan,  ia kepincut perempuan Pare, menikah dan menetap di Pare.

Sebagaimana amanah gurunya, setiap ilmu yang diterima  hendaknya diajarkan kembali  kepada orang lain. Lalu Kallen pun membuat rumah belajar di Pare dengan  pola pengajaran gurunya, yaitu ala pondok. Fokus utamanya adalah untuk masyarakat Pare, tetapi lama-kelamaan keberadaan Kallen didengar oleh orang-orang di luar Pare, yang datang untuk belajar. Pribadi Kallen yang ikhlas dan sangat berdedikasi, tidak saja mentransfer ilmu namun juga mempersiapkan murid-muridnya untuk menjadi tutor di daerah masing-masing sehingga masyarakat tidak mesti ke Pare untuk belajar.  Namun demikian, meskipun sudah banyak duplikasi kampung Inggris di wilayah lain, pesona Kampung Inggris di Pare masih lebih memikat hingga hari ini.

Kegiatan di Kampung Inggris

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, ada sekitar 160 lembaga belajar di Kampung Inggris Pare. Umumnya setiap lembaga menawarkan beberapa paket belajar yang sifatnya intensif. Intensif yang dimaksud bahwa jadwal belajarnya yang padat sehingga memungkinkan peserta didik menguasai dasar-dasar bahasa Inggris dalam waktu yang relatif singkat. 

Dasar-dasar bahasa Inggris yang dimaksud mencakup vocabulary, speaking, listening, grammar, pronunciation, writing, basic TOEFL, basic IELTS, dan beberapa lainnya.

Adapun masa belajar tergantung paket yang diambil. Misalnya, paket seminggu, paket dua minggu, paket sebulan, dua bulan, tiga bulan, empat bulan, lima bulan, dan paket enam bulan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved