Dunia Kampus
Dosen Unsam dan Mahasiswa Unigha Kupas Sejarah Sekolah Didirikan Daud Beureueh di Pidie
Bahkan pernah anggota Komite Nasional Daerah Aceh, dan utusan PSII dalam rangka pemilihan Gubernur Sumatra Utara mewakil dari Aceh dan anggota Parleme
Penulis: Zubir | Editor: Ansari Hasyim
Lembaga MSA Blang Paseh, Pidie kala itu telah banyak melahirkan alumni-alumninya menjadi tokoh pemimpin atau pelopor dalam upaya mengisi aspek-aspek sosial masyarakat.
Mereka lahir sebagai pemimpin tangguh dan kaliber menengah, sebelum dan pasca Indonesia merdeka, terutama dalam menegakkan dan mempertahankan kedaulatan NKRI tahun 1945-1949.
Disebutkan walaupun lembaga pendidikan tersebut sekarang sudah menjadi taman pendidikan Islam Taman anak-anak warga Blang Paseh.
Tetapi sejak zaman pemerintah Hindia Belanda, pendudukan Jepang hingga zaman kemerdekaan Indonesia telah banyak memberikan konstribusi bagi NKRI.
Baik kemasyarakatan, pendidikan, pemerinatahan dan militer dalam mengisi kemerdekaan. Dalam perkembangannya sejak tahun 1937.
Sebagian besar alumninya sudah menjadi tokoh pemimpin tangguh dan berkaliber nasional dalam pembangunan masyarakat Aceh hingga pemimpin kaliber nasional kala itu.
Para alumni MSA Blang Paseh, Pidie sebagian besar menjadi bapak-bapak rakyat dalam pemerintahan di Aceh, bahkan di Jakarta menjadi tokoh kaliber menengah.
Di samping itu, banyak pula menghasilkan ilmuan yang nantinya sebagai pelopor atau perintis kemerdekaan dalam mengisi pembangunan Negara Republik Indonesia yang diproklamirkan tanggal 17 Agustus 1945.
Diantaranya H Zaini Bakri sebagai Bupati Aceh Aceh dan merangkap Wali Kota Kutaraja tahun 1948, lalu berturut-turut diangkat sebagai Bupati Aceh Tengah (1951) dan Bupati Aceh Timur (1952).
Ibrahim Abduh sebagai Bupati Pidie dan berhasil pemekaran tiga Kecamatan di Pidie, Kecamatan Batee, Sigli dan Ulim (Meureudu sekarang).
Bahkan sebelumnya dIa pernah menjadi Wedana Meureudu, kemudian diangakat menjadi Patih, Wakil Bupati Kabupaten Pidie, di Sigli (1948), dan pernah pernah menjadi Wakil Kepala Daerah di Singkil (Aceh Selatan).
Juga Ibrahim Abdul berhasil membangun perkampungan Tijue untuk dijadikan sebagai Kota Pelajar di Kabupaten Pidie.
Kemudian Hasbi Usman pernah menjadi Bupati Aceh Timur, pernah Wedana Idi, Wakil Bupati Aceh Besar, dan menjabat Pj Bupati Pidie serta Bupati Aceh Utara hingga pensiun.
Selanjutnya H Ibrahim Usman, pernah menjadi anggota DPRD TK-II Kabupaten Pidie dan sebelumnya pernah menjadi Wedana Lam Meulo.
Sebagian lainnya alumni Madrasah As-Sa’adah Abadiyah (MSA) Balang Paseh Pidie, pernah menjadi tokoh pemimpin masyarakat.
Misalnya H Usman Yahya Tiba, LT pernah menjadi Guru dan Kepala MSA, Blang Paseh Pidie (1947), Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Beureunuen, dan Direktur Pendidikan Guru Agama (PGA) tahun 1959 di Banda Aceh dan Dekan Fakultas Usuluddin IAIN Ar-Raniry.
Mahasiswa Baru MPL USK Didorong Beri Kontribusi Nyata dalam Isu Lingkungan |
![]() |
---|
Tim Kedutaan Inggris Sambangi USK, Buka Peluang Anak Aceh Raih Beasiswa Chevening |
![]() |
---|
Bhoi Morica, Kue Inovasi Mahasiswa USK yang Menorehkan Prestasi di Korea Selatan |
![]() |
---|
UIN Ar-Raniry Kukuhkan 17 Guru Besar, Ini Nama dan Spesifikasi Keilmuannya |
![]() |
---|
STIH Al-Banna Lhokseumawe Lolos Program Nasional Pengembangan Pembelajaran 2025 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.