Idul Fitri 1444 H
Jelang Idul Adha, Apakah Kurban Setiap Tahun atau Cukup Sekali Seumur Hidup? Ini Kata Buya Yahya
Pada Hari Raya Idul Adha, umat Muslim biasanya akan berkurban. Apakah kurban dilakukan setiap tahun atau cukup sekali seumur hidup?
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
Jelang Idul Adha, Apakah Kurban Setiap Tahun atau Cukup Sekali Seumur Hidup? Ini Kata Buya Yahya
SERAMBINEWS.COM - Pada Hari Raya Idul Adha, umat Muslim biasanya akan berkurban baik itu sapi atau kambing.
Namun yang menjadi pertanyaan, apakah kurban dilakukan setiap tahun atau cukup sekali seumur hidup?
Mengenai apakah kurban setiap tahun atau sekali seumur hidup, berikut ini dijelaskan oleh Buya Yahya dalam kajian yang dakwah diunggah dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV pada 25 Juni 2023.
Dalam kajiannya Buya Yahya menyampaikan bahwa kurban itu dianjurkan dilakukan setiap tahun bukan sekali seumur hidup.
"Berkurban dianjurkan, disunahkan setiap tahun ya," kata Buya Yahya.
Selama ini sering kali tersebar anggapan di masyarakat yang salah bahwa berkurban cukup sekali seumur hidup padahal tidak seperti itu kebenarannya.
Baca juga: Tata Cara Mandi Wajib, Benarkah Mandi Wajib Harus Diguyur 3 Kali ? Begini Penjelasan Buya Yahya
"Ini orang sering salah paham, bukan seumur hidup sekali, tapi setiap tahun," sambung Buya Yahya.
Kurban dianjurkan setiap tahun ketika datang bulan haji.
"Setiap tahun kurban, kapan datang bulan haji, maka disunahkan kita untuk puasa arafah,
disunahkan kita menyembelih kurban," imbuh Buya Yahya.
Lanjut Buya, kurban ini diibaratkan seperti shalat dhuha.
Ketika pagi datang, kita dianjurkan shalat dhuha, begitupula dengan kurban, ketika bulan haji datang, maka kita dianjurkan berkurban.
"Makanya ada orang berkata saya sudah kurban tahun yang lalu, tahun yang lalu ya yang lalu dong, yang sekarang, sekarang dong," tambah Buya Yahya.
Baca juga: Buya Yahya Peringatkan Bagi Umat yang Berkurban Melalui Aplikasi Digital: Harus Ngerti Syariat!
Kurban yang anda laksanakan pada bulan haji tepatnya saat Idul Adha tiba, pahala yang anda dapatkan sangat besar dibandingkan ketika anda menyembelih hewan pada hari lainnya.
Maka dari itu, sambung Buya Yahya, kalau anda sudah mapan, mulai niatkan hari ini untuk berkurban agar tidak menyesal suatu hari nanti.
"Kalau anda sudah mapan niat hari ini untuk kurban, kurban supaya anda tidak rugi, nyesel anda nanti," kata Buya Yahya.
Apalagi jika anda suda biasa bersedekah, namun ketika Idul Adha tiba anda tidak berkurban, anda akan rugi.
Pasalnya, berkurban pada bulan haji jauh lebih banyak pahala dibandingkan dari sedekah pada hari-hari biasanya yang anda lakukan.
"Anda bisa bederma sedekah sana sini, namun waktu masuk kurban anda tidak berkurban,
anda rugi. Bukankah dihari yang lalu anda sedekah ingin dapa pahala? Sekarang ada pahalanya dilipat gandakan, kenapa kok kita tidak berkurban?," pungkas Buya Yahya.
Baca juga: Buya Yahya Ungkap 3 Ciri Akhlak Mulia, Nomor 3 Tak Banyak Orang Tau, Coba Cek Apakah Ada pada Dirimu
Bolehkah Berkurban Pakai Hewan Kambing Betina saat Hari Raya Idul Adha? Ini Hukumnya Kata Buya Yahya
Jelang hari raya Idul Adha, banyak orang bertanya-tanya, bolehkah ber kurban pakai kambing betina
Terkait boleh atau tidaknya ber kurban pakai kambing betina, Buya Yahya memberikan penjelasan.
Menjelang hari raya Idul Adha, beragam pandangan beredar mengenai kurban ini, seringkali muncul pertanyaan dari masyarakat awam mengenai hukum kurban dengan menggunakan kambing betina.
Beberapa orang mengklaim bahwa kurban harus dilakukan dengan menggunakan kambing jantan.
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita akan merujuk pada pendapat ulama, dalam hal ini Buya Yahya.
Dikutip dalam video YouTube Al Bahjah TV yang diunggah pada website resmi albahjah.or.id, Buya Yahya menegaskan bahwa pendapatnya bukanlah penilaian pribadi, melainkan mengacu pada pendapat para ulama.
Menurut penjelasan Buya Yahya, sah sah saja ber kurban menggunakan kambing betina.
"Menurut para ulama, tidak ada larangan dalam agama untuk melakukan kurban dengan menggunakan kambing betina," kata Buya Yahya.
Meskipun demikian, umumnya disarankan untuk menggunakan kambing jantan.
Hal ini dikarenakan kambing jantan cenderung memiliki postur yang lebih gagah dan kuat dibandingkan kambing betina.
"Jadi bukan dari jenis kelaminnya, melainkan dari beratnya, dan memang biasanya kambing jantan memiliki berat dan ukuran yang lebih besar dibanding kambing betina. Jadi menurut para ulama, hukum kurban dengan kambing betina ya sah sah saja," sambungnya.
Lebih lanjut Buya Yahya mengatakan bahwa banyak sekali kesalahpahaman mengenai Kurban yang terjadi di masyarakat.
Misalnya saja mengenai cara menentukan kualitas hewan kurban, seperti ukuran tanduk yang besar dan gigi yang sudah tanggal.
Tanduk yang besar dan gigi yang tanggal menunjukkan usia kambing yang sudah dewasa, diamana kambing yang lebih dewasa biasanya lebih berat dibanding kambing yang masih kecil.
"Namun bukan gigi dan tanduknya yang kita jadikan acuan utama, tanduk besar, gigi tanggal tapi kalau kambingnya kurus, ya kurang baik juga kan," imbuhnya.
Intinya, dalam memilih hewan kurban disarankan lebih menitikberatkan pada kualitas daging yang akan disajikan sebagai kurban.
Dalam menjalankan ibadah kurban, masyarakat dianjurkan untuk mengikuti pedoman yang telah ditetapkan oleh agama.
Salah satu kesalahan umum yang perlu diperbaiki adalah anggapan bahwa kurban dilakukan sekali seumur hidup seperti ibadah haji.
Di desa desa, banyak juga kesalahpahaman seperti ini, mereka menganggap bahwa kurban hanya perlu dilakukan sekali seumur hidup, padahal kurban adalah ibadah yang disunnahkan dilaksanakan seetiap tahun ketika hari raya idul adha,
Selain kesalahpahaman diatas, banyak juga kesalahan-kesalahan lainnya.
Dalam kesimpulannya, Buya Yahya menekankan bahwa hukum kurban dengan menggunakan kambing betina tidaklah menjadi larangan dalam agama.
Meskipun umumnya disarankan menggunakan kambing jantan, hal ini lebih berkaitan dengan pertimbangan kualitas dan kekuatan hewan kurban.
Ibadah kurban merupakan ibadah yang sunnah dan dianjurkan untuk dilakukan setiap tahun ketika Idul Adha, sebagai bentuk pengabdian dan pengorbanan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT serta membantu sesama.
"Yang terpenting dalam kurban adalah niat yang ikhlas, ketaqwaan, serta berbagi rezeki dengan sesama," pungkas Buya Yahya.
(Serambinews.com/Firdha Ustin)
Idul Adha
Buya Yahya
kurban
apakah kurban harus setiap tahun
apakah kurban wajib setiap tahun
Serambinews.com
Serambi Indonesia
berita serambi
Sah atau Tidak Berkurban dengan Uang Hasil Utang? Simak Penjelasan UAS |
![]() |
---|
Polres Pidie Sebar Puluhan Personel ke Objek Wisata Saat Libur Idul Fitri |
![]() |
---|
Wisatawan ke Sabang Membeludak, Kapal Tambah Trip |
![]() |
---|
Begini Penjelasan Buya Yahya soal Berpuasa Syawal Hanya Senin dan Kamis Agar Dapat 2 Pahala Sunnah |
![]() |
---|
Hujan Akhirnya Guyur Pidie Jaya, Pengunjung Pantai Kuthang Berlarian Cari Tempat Berteduh |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.