Kamis, 7 Mei 2026

Kupi Beungoh

Rangkaian Haji Sudah Dilaksanakan, Kini Saatnya Merawat Mabrur

Pada Rabu, 5 Juli 2023 dini hari, jamaah haji Kloter 1 Provinsi Aceh telah mendarat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Aceh Besar dini hari

Tayang:
Editor: Agus Ramadhan
For Serambinews.com
Ketua Petugas Haji Embarkasi Aceh/Kakanwil Kemenag Aceh, Dr H Azhari. 

Ahlan wa marhaban bikum, saleum teuka kembali di rumah kita para jamaah haji semoga menjadi haji yang mabarur mendapatkan ampunan dari Allah seperti disampaikan oleh baginda Rasulullah, SAW.

Sejak awal keberangkatan ke Tanah Suci, kami sudah melihat semangat dan kerinduan yang begitu tinggi dari jamaah haji untuk beribadah haji.

Kini, saatnya kembali ke rumah dan berkumpul bersama keluarga masing-masing dengan membawa predikat haji yang mabrur, Insya Allah.

Kami yakin bahwa setiap orang yang berhaji pasti mendambakan predikat mabrur.

Ini merupakan predikat tertinggi dalam pelaksanaan ibadah haji dan tidak mudah untuk mencapainya. Jika predikat mabrur ini telah berhasil digapai sekalipun, tidak otomatis akan melekat sepanjang hayat dalam diri sang jamaah.

Maka untuk itu, setelah tiba di kampung masing-masing hendaknya kita senantiasa berupaya melestarikan kemabruran ibadah haji.

Pelajari kembali dan bapak dan ibu bisa membacanya dalam buku Panduan Pelestarian Haji Mabrur yang terbitkan oleh Kementerian Agama.

Semoga bapak ibu jama'ah haji kaum muslimin yang telah melaksanakan ibadah haji dapat meraih predikat haji mabrur dan dapat melestarikan nilai-nilai ibadah haji itu dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara

Dari sahabat Abu Hurairah RA, dari Nabi Muhammad Saw, ia bersabda:

“Siapa saja yang berhaji, lalu tidak berkata keji dan tidak berbuat dosa, niscaya ia pulang (suci) seperti hari dilahirkan oleh ibunya,’” (HR Bukhari & Muslim dll).

Dalam hadits yang lain “Tidak ada balasan (yang pantas diberikan) bagi haji mabrur kecuali surga (HR Bukhari).

Secara ringkas kami menitip pesan, untuk melestarikan kemabruran haji ada tiga aspek yang harus senantiasa dijaga.

Pertama, aspek kepribadian. Setiap jamaah haji hendaknya terus berupaya melestarikan amalan yang telah dijalankan selama di Tanah Suci, seperti shalat tepat waktu, melaksanakan ibadah-ibadah sunah, berhias dengan sifat-sifat terpuji, meminta ampun kepada Allah dan ibadah ibadah lainnya.

Kedua, aspek ubudiyah. Jamaah haji hendaknya terus berupaya untuk meningkatkan kualitas ibadah shalat, puasa sunah, tilawah Alquran, kepedulian terhadap orang lemah ekonomi melalui zakat; infak; dan sedekah, dan lain sebagainya.

Ketiga, aspek sosial, dengan membiasakan diri shalat berjamaah, menyantuni anak yatim, menjenguk orang sakit dan meninggal dunia, kerja bakti dan tolong-menolong, serta mendamaikan orang yang berselisih.Senantiasa berserah diri kepada Allah dengan menerapkan sikap sabar, syukur , tawakkal dan ridha.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved