Politik

PDIP Curiga Pemasangan Baliho Prabowo dan Jokowi di Jawa Tengah

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto curiga pemasangan baliho Prabowo dan Jokowi adalah upaya menyedot suara partainya.

Editor: Muhammad Hadi
Biro Pers Sekretariat Presiden-Muchlis Jr
Foto Ilustrasi - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di acara Indo Defence 2022 Expo & Forum yang digelar di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, pada Rabu, 2 November 2022. 

PDIP Curiga Pemasangan Baliho Prabowo dan Jokowi di Jawa Tengah

SERAMBINEWS.COM - Baliho Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo Subianto makin gencar dipasang di Jawa Tengah.

Jawa Tengah merupakan lumbung suara PDI Perjuangan.

Gencar pemasangan baliho Jokowi dan Prabowo menimbulkan kecurigaan di pihak PDIP.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto curiga pemasangan baliho Prabowo dan Jokowi adalah upaya menyedot suara partainya.

Hal ini terlihat dari penempatan baliho-baliho itu yang masif dilakukan di kantong-kantong suara PDI-P. 

Baca juga: VIDEO Bantahan PDIP Soal Jokowi Terapkan Dinasti Politik, Ini Alasannya

"Di daerah Sumatera Barat, Aceh, Jawa Barat, (baliho) itu enggak ada, sedikit sekali, bahkan Sumatera Barat itu praktis tidak ada, jadi itu foto untuk memancing elektoral," kata kata Hasto di Rumah Aspirasi Relawan Ganjar, Jakarta, Sabtu (8/7/2023). 

Untuk diketahui, baliho yang menggambarkan kebersamaan Prabowo dan Jokowi dipasang di sejumlah daerah dalam beberapa waktu terakhir. 

Di Semarang, misalnya, terdapat 211 baliho bergambar Jokowi dan Prabowo.

Ketua Dewan Perwakilan Cabang Partai Gerindra Kota Semarang Joko Santoso mengakui bahwa pihaknya yang memasang baliho tersebut di Kota Semarang. 

Baliho yang memerlihatkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di salah satu sudut Kota Solo, Jawa Tengah.
Baliho yang memerlihatkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di salah satu sudut Kota Solo, Jawa Tengah. ((TribunSolo.com/Andreas Chris))

"Kita hanya mengingatkan kepada masyarakat bahwa yang pernah disampaikan Pak Jokowi bahwa tahun 2024 jatahnya Pak Prabowo," kata dia, 28 Juni 2023 lalu. 

Terkait hal ini, Hasto menilai rekam jejak Jokowi lebih sesuai jika dibandingkan dengan Ganjar Pranowo, bakal capres PD-P, bukan Prabowo yang dicalonkan Gerindra. 

Baca juga: Gempa M 5,5 Guncang Banda Aceh Malam Ini, BMKG : Tidak Berpotensi Tsunami

"Kita lihat saja dengan prestasi-prestasi tentang kesesuaian antara Pak Ganjar dengan Pak Jokowi. Jadi spanduk baliho itu kan demokrasi yang sifatnya artifisial, bukan substansial," sebut Hasto. 

Baca Juga: Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Andika Mengaku Siap Jadi Ketua Timses Ganjar

Hasto mengeklaim, Ganjar adalah bacapres yang bakal melanjutkan program pembangunan Jokowi. Hal itu sudah ditegaskan lewat Rapat Kerja Nasional III PDI Perjuangan pada Juni 2023 lalu. 

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved