Luar Negeri
Polisi India Tangkap 74 Pengungsi Rohingya karena Hidup Secara Ilegal: 55 Pria, 14 Wanita dan 5 Anak
polisi India telah melakukan penangkapan dengan tindakan keras sewenang-wenang terhadap orang-orang yang melarikan diri dari kekerasan.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Ansari Hasyim
Polisi India Tangkap 74 Pengungsi Rohingya karena Hidup Secara Ilegal: 55 Pria, 14 Wanita dan 5 Anak
SERAMBINEWS.COM, NEW DELHI – Kepolisian India menangkap 74 pengungsi Rohingya karena memasuki negara dan hidup ‘secara ilegal’.
Mereka ditangkap di negara bagian utara Uttar Pradesh.
Tindakan kepolisian menangkapan 74 pengungsi Rohingya telah dikecam para aktivis.
Mereka mengatakan, polisi India telah melakukan penangkapan dengan tindakan keras sewenang-wenang terhadap orang-orang yang melarikan diri dari kekerasan.
Anggota komunitas Rohingya yang sebagian besar Muslim ditahan di enam kota besar dan kecil di Uttar Pradesh dan 10 pengungsi di bawah umur, kata polisi pada Senin (24/7/2023).
Mereka yang ditangkap termasuk 55 pria, 14 wanita, dan lima anak yang tinggal di enam distrik Uttar Pradesh
"Mereka kita tangkap setelah melintasi perbatasan secara ilegal", kata polisi dalam pernyataan mereka, dikutip dari Al Jazeera.
Baca juga: Warga Bantu Masak Nasi dan Sumbang Pakaian Layak Pakai untuk Ratusan Rohingya di Aceh Timur

Setidaknya satu dari wanita yang ditangkap sedang hamil, menurut sebuah laporan Scroll.in India.
Kelompok kampanye Inisiatif Hak Asasi Manusia Rohingya mengatakan, orang-orang yang ditahan telah tinggal di daerah tersebut selama sekitar 10 tahun setelah melarikan diri dari lokasi pembantaian di Myanmar.
Banyak yang telah menyatu dengan masyarakat setempat dan bekerja sebagai pengumpul sampah, kata direktur Inisiatif, Sabber Kyaw Min.
“Mereka hanya menuntut perlindungan. Masyarakat meminta … diakhirinya penahanan.” Ungkapnya.
Ratusan ribu Rohingya telah melarikan diri dari Myanmar ke negara-negara termasuk Bangladesh, yang berbatasan dengan India.
Itu terjadi setelah militer Myanmar membunuh puluhan ribu orang dari komunitas minoritas, memperkosa wanita dan membakar puluhan desa mereka.
Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengatakan kampanye militer melawan Rohingya dilakukan dengan "niat genosida".
Baca juga: Perkosa Bocah di Bawah Umur di Penampungan, Pria Rohingya Digelandang ke Polres Pidie

Sosok Robin Westman, Penembak Sekolah Pakai Senjata Bertuliskan 'Bunuh Trump' dan 'Bakar Israel' |
![]() |
---|
Kim Jong Un Perintahkan Senjata Nuklir Dipercepat saat AS-Korsel Latihan Militer |
![]() |
---|
Mesin Pesawat Condor Jerman Meledak di Udara, Begini Nasib 273 Penumpang |
![]() |
---|
Korban Tewas Banjir Bandang dan Longsor Pakistan Lampaui 350 Orang |
![]() |
---|
5 Orang Tewas akibat Helikopter Pakistan Jatuh Saat Misi Penyelamatan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.