Kajian Islam

6 Keutamaan Bulan Muharram, Puncaknya pada Hari Asyura Besok, Perbanyak Amalan Ini Kata Buya Yahya

Bulan ini memiliki banyak keutamaan dan salah satu momen paling penting adalah Hari Asyura, yang menjadi puncak keberkahan dalam Bulan Muharram.

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Mursal Ismail
YOUTUBE/AL BAHJAH TV
Buya Yahya mengungkap keistimewaan bulan Muharram. 

6 Keutamaan Bulan Muharram, Puncaknya pada Hari Asyura Besok, Perbanyak Amalan Ini Kata Buya Yahya

SERAMBINEWS.COM - Pendakwah ternama Indonesia yang juga sebagai pendiri pondok pesantren LPD Al Bahjah Cirebon, Buya Yahya mengungkap keutamaan bulan Muharram.

Buya Yahya juga menyebut keistimewaan bulan Muharram jatuh pada hari Asyura atau 10 Muharram, besok.

Hari Asyura menjadi simbol berbagai makna dan makna spiritual bagi masyarakat Muslim. Pada hari Asyura, umat muslim juga dianjurkan berpuasa.

Bulan Muharram, merupakan bulan suci pertama dalam kalender hijriah, merupakan waktu yang sangat istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia.

Bulan ini memiliki banyak keutamaan dan salah satu momen paling penting adalah Hari Asyura, yang menjadi puncak keberkahan dalam Bulan Muharram.

Baca juga: Makan Riba, Berjudi dan Zina, Jangan Putus Asa, Sebesar Apapun Dosamu Ingat Ini Kata Buya Yahya

Dilansir Serambinews.com dari laman buyayahya.org, berikut keistimewaan bulan Muharram menurut Buya Yahya.

1. Bulan Suci Pertama dalam Islam Bagi umat Islam

Bulan Muharram adalah awal dari tahun baru Hijriah.

Di bulan ini, mereka diingatkan tentang peristiwa penting dalam sejarah Islam, termasuk hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah.

Bulan ini juga telah dihormati dan dianggap sakral sejak zaman Rasulullah.

2. Hari Asyura: Kehadiran Keistimewaan Tersendiri

Dalam Bulan Muharram, ada satu hari yang sangat istimewa, yaitu Hari Asyura.

Hari ini merupakan hari kesepuluh di bulan Muharram, dan telah menjadi simbol berbagai makna dan makna spiritual bagi masyarakat Muslim.

Baca juga: Terpleset Zina? Buya Yahya :  Bergegaslah Taubat, Ungkap Media Sosial Jadi Wadah Rentan

3. Nabi Muhammad SAW dan Anjuran Berpuasa pada Hari Asyura

Hari Asyura memiliki makna mendalam bagi Nabi Muhammad SAW.

Beliau menganjurkan umat Islam untuk berpuasa pada hari ini.

Rasulullah mencontohkan dengan berpuasa untuk menghormati peristiwa penting dalam sejarah seperti pelarian Nabi Musa AS dan kaumnya dari penindasan Fir’aun.

4. Penghapus Dosa Setahun yang Lalu

Puasa pada Hari Asyura memiliki keistimewaan khusus.

Rasulullah menyatakan bahwa puasa pada hari ini dapat menghapus dosa-dosa yang dilakukan dalam setahun sebelumnya.

Ini merupakan anugerah besar bagi setiap Muslim, karena dengan taubat dan ibadah yang tulus, Allah SWT memberi kesempatan untuk memperoleh ampunan-Nya.

Baca juga: Hukum Pejam Mata Saat Shalat Supaya Khusyuk, Apa Boleh? Ini Penjelasan Buya Yahya

5. Amalan Lain pada Hari Asyura

Tidak hanya berpuasa, ada banyak amalan lain yang dianjurkan pada Hari Asyura.

Di antaranya adalah bersedekah kepada sesama, membaca Al-Qur’an, dan berdoa.

Ini adalah momen untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengingatkan diri akan kewajiban moral dan etika sosial dalam kehidupan sehari-hari.

6. Hari Asyura: Waktu Memohon Ampunan dan Kedekatan dengan Allah SWT

Dalam keutamaan dan keistimewaannya, Hari Asyura adalah kesempatan bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dengan penuh keikhlasan dan rasa tunduk, mereka memohon ampunan atas dosa-dosa masa lalu dan berusaha memperbaiki diri menuju kehidupan yang lebih baik di masa depan.

(Serambinews.com/Firdha Ustin)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved