Berita Aceh Barat

Dayah Ruhul Qurani Meulaboh Aceh Barat Terima Ratusan Santri di Tahun Perdana

Sebanyak 288 santri angkatan pertama Dayah Ruhul Qurani (RQ) Meulaboh, Aceh Barat mulai belajar di dayah tersebut.

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Pendiri sekaligus Pembina Yayasan Tibers Meulaboh, Teuku Alaidinsyah atau yang dikenal dengan Haji Tito dan Kapolres Aceh Barat saat bersama santri. 

Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sebanyak 288 santri angkatan pertama Dayah Ruhul Qurani (RQ) Meulaboh, Aceh Barat mulai belajar di dayah tersebut.

Mereka masuk asrama pada Minggu (30/7/2023), yang diantar langsung oleh orang tua atau wali ke dayah yang beralamat di Jalan Ujong Beurasok, Desa Leuhan, Kecamatan Johan Pahlawan tersebut.

Saat ini, para santri mengikuti Usbu' Ta'aruf (minggu perkenalan).

Kegiatan ini dikemas dalam beberapa materi dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari eksternal seperti Kapolres Aceh Barat, Kakankemenag, dan sejumlah narasumber lainnya.

"Insya Allah, setelah ini para santri akan mengikuti matrikulasi, khususnya belajar Al-Qur'an, matematika , Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris. Kegiatan ini akan diasuh langsung oleh pakar, termasuk guru yang didatangkan dari Banda Aceh," jelas Pimpinan Dayah Ruhul Qurani, Kamil Syafruddin, Rabu (2/8/2023).

Sebelumnya, saat menyambut kehadiran santri baru, Dayah Ruhul Qurani mengadakan temu ramah dengan seluruh wali santri.

Pimpinan Dayah Ruhul Qurani, Kamil Syafruddin dalam kesempatan itu memperkenalkan seluruh pengurus dayah dan para guru kepada wali santri.

Selain itu, Kamil juga menyampaikan beberapa peraturan dayah secara singkat.

Ia juga menggambarkan kepada para wali santri bahwa memang proses menuntut ilmu itu berat dan pahit.

Namun semua harus dijalani dengan sabar sehingga bisa dilalui dengan baik untuk mencapai ilmu.

Sementara itu, pendiri sekaligus Pembina Yayasan Tibers Meulaboh, Teuku Alaidinsyah atau yang dikenal dengan Haji Tito mengatakan, Program Dayah RQ ini tidak muluk-muluk.

“Kita hanya ingin mendidik dan membina generasi yang lebih baik di masa depan, yang lebih baik dari generasi kita saat ini,” ucapnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved