Sabtu, 2 Mei 2026

Internasional

Cuaca Panas di Korea Selatan tak Pengaruhi Kontingen Jambore Dunia asal Aceh

sejumlah negara pramukanya terpengaruh dengan suhu panas ekstrem yang melanda Korea Selatan pada momen Jambore Dunia ke 25, tidak demikian dengan Aceh

Tayang:
Penulis: Khalidin | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Haji Rasyd Bancin alias HRB bersama pramuka kwarda Aceh dan lainnya saat di bawa tour pada Jambore Dunia di Korea Selatan mengikuti pembuatan sayur kimci Korea, Minggu (6/8/2023). 

Laporan Khalidin I Subulussalam

SERAMBIEWS.COM, SUBULUSSALAM – Meski sejumlah negara pramukanya terpengaruh dengan suhu panas ekstrem yang melanda Korea Selatan pada momen Jambore Dunia ke 25, tidak demikian dengan Aceh.

Kontingen pramuka Aceh, Indonesia menyatakan tidak terpengaruh pada gelombang panas yang terjadi di Korea Selatan tersebut sebagaimana disampaikan Ustaz Haji Rasyid Bancin alias HRB kepada Serambinews.com, Minggu (6/8/2023).

Ustaz Haji Rasyid Bancin yang merupakan perwakilan pimpinan pondok pesantren mengatakan jika cuaca panas ekstrem yang terjadi menguji ketangguhan peserta Jambore Pramuka Sedunia ke-25 di Bumi Perkem, Korsel.

Sejauh ini, kata HRB, tidak ada laporan pramuka kwarda Aceh, Indonesia yang sakit akibat suhu panas di Jambore Dunia Korea Selatan.

“Kalau menurut kami tidak ada masalah, suhunya memang panas, namun ada turun hujan. Kami anggap sama dengan di Indonesia,” kata HRB.

Baca juga: Tiga Pramuka dari Abdya Ikut Jambore Dunia di Korea Selatan

Lebih jauh dikatakan, saat dihubungi Serambinews.com via whatsapp lokasi Jambore Dunia di Korea Selatan sedang turun hujan.

HRB juga menjelaskan sampai saat ini peserta pramuka kwarda Aceh, Indonesia sehat wal afiat tidak ada terpengaruh dengan suhu panas di sana.

Beberapa peserta asal Indonesia dan Aceh yang dikroscek HRB juga menyatakan tidak terpengaruh pada suhu panas di Korsel.

Malah beberapa pramuka menilai jika cuaca di Aceh jauh lebih panas di banding kondisi Korea Selatan kala ini.

“Intinya kami pramuka kwarda Aceh merasa nyaman dan tidak ada masalah dengan cuaca, karena bisa menyesuaikan. Apalagi cuaca di Aceh dengan di Korsel hampir sama panasnya,” pungkas HRB.

Baca juga: Pj Bupati Aceh Utara Lepas Tiga Duta Pramuka yang Lolos ke Jambore Internasional di Korsel

HRB adalah tokoh Kota Subulussalam yang mendapat kesempatan mewakili pimpinan pesantren di Aceh mengikuti kegiatan Jambore ke 25 Dunia tahun 2023 yang berlangsung di Korea Selatan.

HRB bergabung bersama 50.000 Pramuka dari seluruh Dunia yang hadir di Jambore Dunia ke-25 di negeri gingseng Korea pada tanggal 2 -12 Agustus 2023 di SaeManGeum, Jeollabuk-do, Korea Selatan.

Event International Gerakan Pramuka dengan nama resmi World Scouts Jambore (WSJ) itu menjadi yang ditunggu-tunggu setiap 4 tahun sekali dilaksanakan oleh pusat Pramuka Dunia yakni World Scouts Organisation (WOSM).

Dalam wawancara kemarin, Haji Rasyid Bancin atau akrab disapa HRB mengatakan Jambore Dunia di Korea ini mengusung tema Draw your Dream!.

Di sana anggota pramuka muda (usia penggalang) dari 169 negara dengan perkiraan peserta mencapai lebih dari 50.000 orang terdiri dari pramuka usia 13 sampai dengan 18 tahun dan didampingi oleh pembina atau pramuka penegak/pandega sebagai staf.

Baca juga: Belum Genap Sebulan Menikah, Ini Alasan Ibu Kevin Minta Anaknya Ceraikan Mariana

Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Aceh H Muzakir Manaf melalui Ketua Harian Kwarda Aceh Ir H Djufri Efendi M.Si mengatakan, kontingen Aceh terdiri dari IST bergabung bersama panitia penyelenggara dan 20 peserta dari kwrcab-kwarcab seluruh Aceh hasil seleksi yang sudah kita lakukan sejak 1 tahun lalu.

Mayoritas peserta yang dinyatakan lulus dalam seleksi adalah kalangan santri pesantren, berdasarkan hal tersebut Cut Bang Ir H Djufri Efendi pun akhirnya mengundang HRB untuk ikut serta dalam menghadiri Jambore Dunia di Korea

“HRB adalah tokoh Kota Subulussalam dari kalangan dayah yang kami kenal sangat antusias terhadap kependidikan kepramukaan di lingkungan Dayah,” kata Djufri Efendi kepada wartawan.

Ditambahkan, sosok HRB atau Haji Rasyid Bancin telah terbukti di berbagai bidang khususnya pondok pesantren.

Dia berhasil membangun dan mengembangkan dua pondok pesantrennya berkonsep modern di Kota Subulussalam dan Kabupaten Aceh Singkil dengan eksistensi pramuka.

Selain itu, HRB juga merupakan pengurus Kwartir Daerah Aceh. Lantaran itu, HRB ditetapkan menjadi peserta Jambore ke 25 Pramuka Dunia di Korsel.

Baca juga: 3 Anggota Pramuka Banda Aceh Ikut Jambore Dunia di Korea Selatan

HRB bersama tim Visitor Indonesia berangkat dari Soekarno -Hatta Air Port Korea pada tanggal 01 Agustus dan mengikuti sejumlah agenda di Korea Selatan selama sepekan.

Informasi lain yang diperoleh pramuka seluruh dunia dijadwalkan berada di Korea Selatan selama jambore melakukan berbagai inovasi dalam bentuk kegiatan kreatifitas berbasis pendidikan kepanduan (Pramuka).

Kemudian diplomasi budaya antar bangsa, promosi wisata dan kearifan lokal dari daerah masing-masing, kampanye lingkungan dan energi terbarukan, SDGs Scouts, dan Kampanye Perdamaian Dunia.

Sebelum berangkat ke Korea Selatan, Kwarda Aceh yang merupakan bagian dari kontingen Pramuka Indonesia, melalui Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Budi Waseso yang telah melakukan kunjungan ke Presiden Joko Widodo pada 14 Juli 2023 untuk melaporkan sejumlah acara yang akan diikuti Kwarnas, termasuk Jambore Dunia.

Pramuka Indonesia menampilkan semangat dan semaraknya dalam Jambore Dunia ke-25 di Korea Selatan ini, sebagai bentuk partisipasi dan kontribusi bangsa Indonesia dalam ajang internasional ini.

"Semoga melalui kegiatan ini, para pramuka Indonesia dapat mempererat persahabatan dan kebersamaan dengan rekan-rekan pramuka dari berbagai negara," kata Djufri Efendi.

Baca juga: Zulka Safura Duta Pramuka Pidie ke Korsel. Dilepas Keberangkatan oleh Ketua Kwarcab

Senada itu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan, Gandi Sulistiyanto yang menyambut hangat kedatangan para pramuka Indonesia.

Gandi Sulistiyanto berharap pengalaman serta pendidikan yang diperoleh selama Jambore Dunia ini akan membuka wawasan dan mempersiapkan mereka menjadi pemimpin di berbagai bidang, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional.

Sejalan dengan Visi Emas tahun 2045 yang telah dicanangkan Pemerintah RI, saya berharap pengalaman dan pendidikan Pramuka Indonesia, termasuk saat Jambore Dunia di Korsel, akan membuka wawasan dan menyiapkan adik-adik menjadi para pimpinan di berbagai lini tidak hanya di tanah air tetapi juga di lingkup internasional. 

"Jambore Dunia merupakan kesempatan bagi adik-adik mengembangkan networking dan persahabatan dengan warga negara lain. A dream will remain a dream unless you implement it. Remember to stay humble and aim high for your success," ujar Dubes Gandi Sulistiyanto. (*)

Baca juga: Baru 30 Menit Menikah, Pengantin Ini Langsung Dipisah,tak Bisa Malam Pertama Karena Wanita Alami Ini

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved