Jumat, 5 Juni 2026

Sosok S Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 di Boyolali, Ternyata Murid Doktor Azahari, Ini Perannya

S diketahui adalah ketua atau amir kelompok teroris kecil di wilayah Kota Solo dan sekitarnya untuk melakukan amaliah.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Kolase Tribunnews.com: KOMPAS.COM/Fristin Intan Sulistyowati dan TribunBali/Istimewa
(KIRI) S, tersangka terduga teroris yang diamankan Densus 88 di Boyolali dan (KANAN) Gembong teroris asal Malaysia Doktor Azahari. Berikut sosok dari S yang ternyata murid Doktor Azahari dan simpatisan ISIS. 

Ketua RT di tempat tinggal S, Ngadino membenarkan warganya ditangkap karena diduga sebagai teroris.

S sendiri sehari-hari bekerja sebagai seorang penjahit.

Ia memperoleh keahliannya dari ilmu yang diajarkan sang ayah.

"Keseharian itu jahit jas," ucap Ngadino, dikutip dari TribunSolo.com.

Ngadino menambahkan, S jarang berkumpul berkumpul dengan warga.

Ia juga tidak mau ikut ronda hingga membayar iuran desa.

"Orangnya tertutup. Tidak seperti kita-kita masyarakat biasa gitu," beber Ngadino.

 

Baca juga: 5 Terduga Teroris Ditangkap di Solo, Ada Wanita yang Terlibat Aksi Bom Bunuh Diri di Bandung

Kronologi penangkapan

 Sepanjang pekan ini, Densus 88 Antiteror Mabes Polri melakukan penangkapan terhadap lima terduga teroris di Sukoharjo dan Boyolali, Jawa Tengah.

Kelima pelaku terorisme ini ditangkap karena berencana menargetkan Mapolresta Solo.

PPID Densus 88 Mabes Polri Kombes Aswin Siregar menjelaskan, penangkapan dilaksanakan mulai istri pelaku penge boman Mapolsek Astanaanyar Bandung, berinisial RS alias UD.

Pelaku berjenis kelamin perempuan ini ditangkap di Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng), pada Kamis (27/7/2023), pukul 08.00 WIB.

Istri tersangka AS alias AM, menjadi buron sejak suaminya menjadi pelaku penge boman bunuh diri di Mapolsek Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/12/2022).

"Istri dari saudara AS alias AM pelaku bom bunuh diri di Astanaanyar. Dia mengetahui rencana yang akan dilakukan oleh suaminya tersebut dan kemudian mendorong suaminya berperan itu (melakukan penge boman)," kata PPID Densus 88 Mabes Polri Kombes Aswin Siregar di Mapolresta Solo, Jumat (4/8/2023).

Penangkapan berlanjut ke tersangka S, yang ditangkap di Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, pada Selasa (1/8/2023) pukul 16.00 WIB.

Lalu, berlanjut penangkapan pada Rabu (2/8/2023), dengan tersangka T, di Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.

Selanjutnya pada Kamis (3/8/2023), penangkapan dilaksanakan dua kali dalam satu hari, yakni tersangka AG alias AS, di Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, dan TS, warga Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali.

Untuk tersangka S merupakan jaringan terorisme dari Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), sejak 2008 sampai 2014. 

Kemudian menjadi simpatisan ISIS dari 2014 hingga sekarang. Sedangkan keempat terafiliasi menjadi jaringan Asrori Daulah.

Hasil penyelidikan, tersangka S sebagai Amir atau pemimpin otak penge boman yang di Mapolsek Astanaanyar Bandung dan akan melakukan penge boman di Mapolresta Solo.

"Pernyataan dari S, sebetulnya di dua tempat, AG atau AS memilih untuk lokasi di Bandung. Sedangkan S memilih untuk lokasi di Solo atau Surakarta," katanya."

"Alhamdulillah, ini bisa kita cegah. Karena memang ada satu paket yang sudah dia siapkan untuk sedang mencari pengantinnya (eksekutor pengeboman)," lanjutnya.

 

Baca juga: Pendaftaran CPNS 2023 Segera Dibuka, Ini Kriteria Peserta yang Boleh Ikut, Cek Syarat-syaratnya

Baca juga: Susi Pudjiastuti Beri Respon Usai Video Remaja di Sabang Dirujuk ke Banda Aceh Pakai Boat Viral

Baca juga: Tahanan 15 Tahun Menikah di Penjara, Langsung Pisah Usai Ijab Kabul

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sosok S Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 di Boyolali: Murid Doktor Azahari-Simpatisan ISIS

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved