Kupi Beungoh

OSPEK versi Humanis

Selama mengikuti OSPEK, mahasiswa baru ada yang pingsan, ada yang sakit karena kelelahan  mengikuti agenda demi agenda OSPEK dari jam 7 pagi

Editor: Amirullah
ist
Dr. Ainal Mardhiah, S.Ag, M.Ag adalah Dosen Tetap Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Ar Raniry Banda Aceh. 

Oleh: Dr. Ainal Mardhiah, S.Ag, M.Ag.

Jika boleh tidak ikut, mahasiswa baru tidak mau ikut yang namanya OSPEK (Orientasi Kampus). Kenapa demikian?

Karena selama ini, yang dilihat, yang di dengar dari pemberitaan-pemberitaan di media sosial, informasi dari mulut ke mulut, OSPEK itu identik dengan  kekerasan, kasar, kejam,  peloncoan yang tidak humanis (tidak manusiawi), dari senior kepada junior (calon mahasiswa dan mahasiswi baru).

Selama mengikuti OSPEK, mahasiswa baru ada yang pingsan, ada yang sakit karena kelelahan  mengikuti agenda demi agenda OSPEK dari jam 7 pagi sampai jam 19.00 (7 malam),  ini bukan hanya sehari, tapi berhari-hari.

Selesai OSPEK, sore harinya mereka tiba dirumah pada waktu malam, belum sempat mandi dan makan, mereka harus lanjut lagi mempersiapkan bahan yang ditugaskan oleh senior, untuk di bawak OSPEK esok harinya. 

Kalau semua bahan yang ditugaskan oleh senior tidak di bawa, maka  mahasiswa baru teesebut  akan mendapat hukuman dari para senior. Tidak hanya itu, ada mahasiswa baru  yang sampai stres ketika ikut OSPEK, akibat takut dengan perlakuan senior. Sungguh tidak mendidik.

Orientasi Kampus (OSPEK)

Berbaris rapi  dengan pakaian hitam putih, peci dan topi,  wajah yang ganteng dan cantik-cantik memenuhi lapangan kampus. Ternyata begini indahnya menjadi mahasiswa. Saya bangga menjadi mahasiswa.

Hidup Mahasiswa, Merdeka!! Membawa bekal bermacam-macam, sesuai dengan arahan kakak pembina. Ada raut wajah bangga disana, melepas masa sekolah menjadi seorang mahasiswa, meski kata-kata ini tidak terucap, namun ada sirat di wajah mereka.  Hidup Mahasiswa!!, saya bangga menjadi mahasiswa.

Yang namanya orientasi, tentunya ini momen perkenalan. Orientasi kampus berarti perkenalan dengan Visi-Misi kampus, perkenalan dengan pimpinan kampus di mulai dari Bapak Rektor, wakil Rektor, Para pimpinan di Biro Rektor, Para Dekan dan wakil-wakil Dekan, tidak ketinggalan perkenalan dengan ketua Prodi beserta jajarannya, dosen dan kakak leting tidak ketinggalan menyambut acara OSPEK mahasiswa baru.

Mahasiswa baru adalah tamu-tamu istimewa di kampus tercinta.  Menyambut tamu istimewa, tentu dirancang  seistimewa mungkin , se-keren mungkin, agar para tamu senang dan mereka  betah berada di rumah yang bernama KAMPUS.

Kenapa ini di buat demikian? Karena tamu adalah raja. Sebagaimana disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam sebuat hadits berikut ini:

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamu. (H.R. Bukhari dan Muslim)

Bagi mahasiswa baru, OSPEK ini adalah momen penting, momen yang sangat berharga, kenapa demikian? Karena mereka berfikir akan bertemu dengan pimpinan kampus, dosen dan kakak kelas, yang ramah, yang menyayangi mereka, yang akan membimbing mereka menjadi orang-orang sukses, calon  pemimpin dimasa depan.

Lalu bagaimana pihak kampus harus menyiapkan penyambutannya? 

Yaitu mengisi acara OSPEK dengan acara ramah tamah, diisi dengan hal-hal yang positif, diisi dengan acara kebersamaan (sama-sama di tempat panas, sama-sama ditempat dingin), makan bersama, ini dimaksudkan untuk mengikat hati antara pihak kampus dan mahasiswa baru, dan menjadikan "kesan pertama  mereka tentang kampus menggoda".

Apakah ini penting?  Ini sangat penting bagi kampus berusaha membuat  mahasiswa baru ketika pertama kali hadir di kampus dalam acara OSPEK mendapat kesan menggoda tentang KAMPUS, antusias dengan seluruh kegiatan yang mereka ikuti. 

Keuntungannya bagi kampus, ketika  "Mahasiswa Baru" tergoda dengan seluruh kegiatannya OSPEK yang mereka ikuti adalah ini akan menjadi kenangan seumur hidup, yang harusnya indah, untuk mereka ceritakan kepada anak cucunya dimasa mendatang.

Selain itu, tercipta opini positif terhadap kampus di dalam otak mahasiswa, ini  sebagai bekal, modal penting untuk semangat belajar, memulai sesuatu dengan yang positif. Memulai sesuatu dengan yang positif   membuat pembelajaran itu efektif.  Lebih indah lagi, mereka akan rindu dan membawa orang lain rindu kembali ke kampus.

Keuntungan lainnya bagi kampus adalah? Ini sangat penting? Yaitu Promosi kampus, "Kampus Hijau, Kampus Menyenangkan",  "Kampus Islami", pastinya setelah selesai OSPEK menjadikan mereka, ribuan orang "Mahasiswa Baru", akan menjadi "DUTA KAMPUS" mereka akan menjadi "Duta Kampus" mempromosi "Kampus Hijau", "Kampus Menyenangkan" atau "Kampus Islami", dan lainnya.

Bagi para pengusaha atau orang yang berkecimpung dalam  bisnis, ini adalah momen penting, sangat penting dan sangat berharga, yaitu promosi kampus gratis secara gratis,  namun sangat efektif dan murah.

Apa yang terjadi bila sebaliknya? Ketika mahasiswa, pertama kali hadir dikampus dalam OSPEK mendapatkan sesuatu yang negatif, tekanan, siksaan baik secara fisik atau mental, mendapatkan kata-kata yang tidak senonoh, kakak leting membawa nama binatang peliharaan dalam komunikasi dengan mahasiswa baru,  prilaku yang tidak baik dari kakak leting.

"Mahasiswa Baru", akan berfikir, kok begini kampus? Kok begini tempat orang-orang terdidik dan di didik? Apa bedanya, dengan tempat lain ?  Dikampus saja yang notabane tempat orang berilmu, yang seperti ini boleh, apa lagi diluar. Sangat memprihatinkan.

Ini menjadikan pikiran dan opini anak tentang dunia kampus itu hitam, sehitam masa depan mereka. Mereka akan berfikir, kakak kelas saja kejam, pasti nanti Dosen nya juga kejam, kuliah pasti sulit, rumit, banyak tugas.

Skripsi apalagi, dosen pasti susah dijumpai, kita telpon nanti takut, mana mau diangkat, kirem WA mau gak ya nanti di balas. 

bimbingan skripsi di coret-coret, ketika ditanya yang benarnya, disuruh mahasiswa pikir sendiri, tidak di kasih saran, pendapat untuk yang seharusnya, yang sebenarnya harus mereka kerjakan.

Seperti ini kemungkinan besar yang akan terjadi, hancur semangat sebelum memulai, mereka akan kalah sebelum bertanding, mereka lelah dengan pikiran-pikiran negatif setelah OSPEK.

Rasulullah SAW mengatakan,  senyum saja bisa bernilai sedekah, apalagi jika bisa berbuat yang lebih baik untuk sesama.manusia dan anak didik.

Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.” (HR Tirmidzi).

Agenda OSPEK Mahasiswa di Era Kurikulum Merdeka.

Mengingat Era Digital sedang kita jalani, dan dijalani oleh mahasiswa baru, era penuh dengan kemudahan dan tantangan, mahasiswa baru perlu dibina selama OSPEK agar terbuka pemikirannya tentang positif negatifnya, globalisasi dan Era Digital dan bagaimana upaya-upaya menghadapinya, karena meraka adalah tonggak perubah dimasa depan.

Sebagai saran, berikut ini materi yang sebaiknya diperoleh oleh mahasiswa/i baru dalam mengikuti Orientasi Kampus (OSPEK) dimanapun kampus itu berada, antara lain:
1. Materi yang menjelaskan tentang keutamaan       mencintai negara, mencintai kampus,              fakuktas, dan jurusan.
2   Materi tentang kompetensi masing-masing           fakultas.
3.  Materi tentang keistimewaan kuliah di Prodi          masing-masing.
4. Materi tentang wawasan KeIslaman dan fenomena dunia Islam yang perlu kesatuan dan persaudaraan.
5. Materi tentang Pemuda Dan Peradaban Islam 
6. Materi tentang Pengaruh negatif era global, dan kiat-kiat menghadapinya.
7.  Game kekompakan, keakraban, kekeluargaan dan hiburan
8. Menghadirkan mahasiswa-mahasiswi berprestasi dari kampus, fakultas dan jurusan untuk motivasi.
9. Ditutup dengan acara kreatifitas mahasiswa, untuk menguatkan kekompakan dan kebersamaan.

Untuk tekniknya pelaksanaannya  bisa dilakukan dengan bermacam cara antara lain dengan cara klasikal, kuliah umum, karyawisata langsung ke tempat yang di maksud di dalam kampus,  diskusi, game-game agar lebih akrab, menarik, dan menghibur.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved