Minggu, 12 April 2026

Jurnalisme Warga

Meniti Cita-Cita di Pulau Harapan

Setelah melewati beberapa desa akhirnya sampailah kami di tempat tujuan, Desa Pulau Harapan. Desa (gampong) ini berada di Kecamatan Peusangan Selatan,

Editor: mufti
IST
CHAIRUL BARIAH 

CHAIRUL BARIAH, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Kebangsaan Indonesia dan Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Bireuen, melaporkan dari  Pulau Harapan, Peusangan Selatan, Bireuen

Setelah melewati beberapa desa akhirnya sampailah kami di tempat tujuan, Desa Pulau Harapan. Desa (gampong) ini berada di Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen.
Jumlah penduduknya ± 460 jiwa dengan 136 kepala keluarga (KK). Mata pencaharian sebagian besar penduduknya adalah petani dan buruh tani.

Jalan utama menuju desa ini dari arah Matangglumpang Dua berjarak ± 25 km, dengan waktu tempuh ± 25 menit.
Suasana siang itu sedikit panas. Saya dan rombongan/tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) mendapat tugas untuk melihat secara dekat berbagai kegiatan yang dilakukan peserta KKM di desa pengabdian ini di bawah binaan Rista selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).  
Kami disambut langsung oleh Keuchik Pulau Harapan, Baharuddin Mukhtar. Sehari-harinya ia adalah petani, pemilik kebun sawit yang luas. Saat ini mulai mahal harganya.

Makanya keuchik mengharapkan adanya penyuluhan atau pelatihan agar masyarakat paham dan mampu mengolah serta memberikan pupuk yang benar sehingga hasil panen akan meningkat.
Dalam sambutannya, keuchik menyampaikan bahwa kegiatan KKM mahasiswa Uniki sangat membantu masyarakat. Namun, karena waktunya tergolong singkat, hanya satu bulan, maka tidak dapat menjalankan program yang besar. Misalnya, pelatihan cara pemupukan tanaman yang benar agar mendapatkan hasil baik yang sangat dibutuhkan oleh warga Gampong Pulau Harapan.

"Desa kami sangat membutuhkan tenaga ahli bidang pertanian dan peternakan," ujarnya.
Kehadiran mahasiswa ke desa dalam program KKM Uniki angkatan ke-3 tahun 2023 ini diharapkan mampu menjadi fasilitator pemerintah dalam upaya pembangunan masyarakat yang berkelanjutan, baik di bidang sumber daya manusia maupun sektor ekonomi. 

Mahasiswa KKM diharapkan dapat mendorong pertumbuhan  perekonomian masyarakat melalui kewirausahaan dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh masing-masing desa.
Di Kecamatan Peusangan Selatan,
salah satu desa yang perlahan mulai berkembang  adalah Pulau Harapan. 
Sesuai dengan namanya, desa ini terus berbenah diri dan berusaha untuk keluar dari sebutan desa terpencil dan tertinggal. Untuk itu, perlu ada sinergitas antaraparatur desa dan masyarakat.

Sepanjang perjalanan kami melihat keasrian alam di sisi kanan dan kiri jalan.  Hamparan sawah masyarakat biasanya hijau bagaikan permadani, tetapi hari ini terlihat sedikit menguning, padahal belum tumbuh sempurna. Pengaruh cuaca panas dan tidak tersedianya irigasi menjadi salah satu penyebabnya.
Wajah para petani terlihat tidak ceria saat berpapasan di sisi jalan dengan kami.  Ada kesedihan yang menyelimuti hatinya. Kenyataan ini membuat para petani berduka, banyak sudah modal yang dikeluarkan, tetapi tanaman padi mereka mengering dalam tanah sawah yang retak. Hati ini terasa sangat tersentuh saat melihat para petani berupaya agar tanah sawahnya dialiri air kembali.

Jalan aspal yang kami lalui menuju desa ini dalam keadaan baik. Keberadaan saat ini jauh berbeda dengan beberapa tahun yang lalu, apalagi pada saat konflik tidak semua orang  berani menuju desa ini. Keadaan masyarakat pada pagi sebagian besar pergi bekerja di kebun sendiri atau upahan di kebun para pengusaha pemilik lahan sawit ini yang menyebabkan keadaan desa pada pagi hari sedikit sepi. Anak-anak warga juga pergi menuntut ilmu di sekolah.

Pada hari Jumat para pekerja libur dan dimanfaatkan untuk gotong royong bersama membersihkan lingkungan. Peserta KKM juga ikut dalam beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat, baik kenduri maupun kegiatan sosial lainnya.

Masyarakat di kampung ini turut serta memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun Ke-78 Republik Indonesia. Warna merah putih mendominasi berbagai umbul-umbul yang dipasang di sisi pagar kantor keuchik. Bendera Merah Putih menghiasi rumah-rumah warga, semangat kebersamaan terasa begitu indah.

Mengingat luasnya lahan sawit yang ditanam oleh masyarakat baik milik sendiri maupun  pengusaha, maka mahasiswa KKM diharapkan kepala desa (keuchik) mampu menciptakan produk baru dari tanaman sawit.
Mengembangkan kewirausahaan masyarakat di desa memang merupakan salah satu target dalam pelaksanaan KKM. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini ibu-ibu rumah tangga mampu membuat produk baru hasil  pemanfaatan perkebunan  sehingga dapat menambah pendapatan ekonomi  keluarga.

Usaha yang telah dikembangkan oleh masyarakat setempat adalah pembuatan sabun cuci piring, kegiatan ini diprakarsai oleh mahasiswa KKM Uniki. Bahan yang digunakan dalam pembuatan sabun cuci piring adalah Texapon, SLS (Sodium Lauryl Sulfat), NaCl (garam),    pewangi, dan sebungkus kecil pewarna hijau atau warna (sesuai keinginan).

Cara pembuatan sabun cuci piring dari bahan yang telah  sediakan tergolong sangat  sederhana karena tanpa olahan mesin modern, tetapi tetap mengikuti proses pembuatan  yang baik agar hasil yang didapat bagus serta tidak merusak tangan.

Keuchik memberi label dengan nama “Sabun Cuci Piring Harapanku”. Kami juga mendapatkan oleh-oleh sabun. 
Hasil jelajah dunia maya dan beberapa referensi ternyata minyak sawit juga sangat banyak manfaatnya, di antaranya melawan penyakit kolesterol, kesehatan mata, menjadi bahan bakar biodisel, bahan pembuatan mentega dan bahan kosmetik, serta masih banyak yang dapat diolah dari kelapa sawit.

Perlu penelitian lebih lanjut agar dapat menjadi inovasi desa yang berkelanjutan.
Produk lainnya berupa keripik pisang cokelat yang bahan utamanya dari hasil kebun masyarakat, olahan ini diberi label “Kerpis Bacok”, singkatan dari keripik pisang balor cokelat. Rasanya gurih dan nikmat. Ini oleh-oleh kedua yang kami bawa pulang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved