KUPI BEUNGOH
Perang dan Damai – Bagian 7, Gencatan Senjata, Pertemuan Islamabad Menuju Perdamaian
Namun, negara-negra mediator sedang berjuang, berupaya untuk gencatan senjata bisa tercapai yang akhirnya disepakati.
Oleh: Yunidar Z.A., M.Si., C.L.D.A
SI TENGAH ketegangan para pihak. Donald Trump sesumbar biasa mengancam akan menghancurkan infrastruktur fasilitas sipil, jalan dan listrik rakyat Iran.
Namun, negara-negra mediator sedang berjuang, berupaya untuk gencatan senjata bisa tercapai yang akhirnya disepakati.
Presiden Donald Trump mengumumkan kesepakatan AS dengan Iran tentang gencatan senjatan selama dua pekan.
Negosiasi terus berlangsung melalui mediator Pakistan, Mesir dan Turky yang diikuti oleh utusan khusus Presiden AS, Steve Witkoff dan Jared Kusher.
Perundingan lanjutan di Islamabad, Sabtu (11/4), delegasi AS dipimpin oleh Wakil Presiden AS J.D Vance yang didampingi para ahli dari Dewan Keamanan Nasional AS, para pihak dan Delegasi dari Iran, delegasi datang dengan harapan baru untuk terwujudnya transformasi konflik menuju perdamaian.
Masyarakat dunia berharap terwujudnya perdamaian, namun demikian serangan militer AS dan zionis Israel telah menghancurkan fasilitas Pendidikan di Iran.
Dilaporkan bahwa serangan udara di Sharif University of Technology, Teheran, Iran, 7 April 2026, oleh miliiter AS dan zionis telah mengakibatkan sekitar 300 sekolah dan 30 Universitas rusak serta 300 siswa dan guru meninggal dunia.
Juru bicara Sekretaris Perseriktan Bangsa-Bangsa (PBB) Stephane Dujarric mengingatkan serangan terhadap infrastruktur sipil dalam perang merupakan pelanggraan hukum internasional (Media Indonesia (8/3),hal 2).
Perang dalam dinamika peradaban modern semakin memperlihatkan paradoks yang tajam.
Ia sering dibenarkan sebagai instrumen pertahanan dan kepentingan strategis negara, namun pada saat yang sama justru menjadi sumber utama penderitaan umat manusia seluruh dunia.
Dalam konteks global saat ini, suara masyarakat dunia semakin tegas, dunia tidak lagi menghendaki perang, melainkan perdamaian yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Baca juga: Perang dan Damai - Bagian 6, No King: Protes Rakyat AS, Kembali ke Demokrasi Menuju Perdamaian
Refleksi dari Pengalaman Historis
Aspirasi ini bukan sekadar idealisme normatif, melainkan refleksi dari pengalaman historis yang menunjukkan bahwa perang selalu meninggalkan luka mendalam, penderitaan, penyakit, trauma dan kehancuran peradaban bagi kemanusiaan.
Agresi militer Amerika Serikat dan Zionis Israel ke Iran pada awal 2026 menjadi bukti nyata bagaimana perang modern dengan cepat meluas dan berdampak global, dirasakan oleh seluruh masyarakat dunia.
Dalam kurun waktu sekitar satu bulan, laporan berbagai sumber menunjukkan bahwa lebih dari 3.200 orang telah kehilangan nyawa, sementara ribuan lainnya mengalami luka - luka dan cacat permanen adalah warga sipil.
Gencatan Senjata AS-Israel dan Iran
Perang Iran vs AS-Israel
Islamabad
kupi beungoh
Serambinews
Yunidar ZA
opini serambinews
| Perang dan Damai - Bagian 6, No King: Protes Rakyat AS, Kembali ke Demokrasi Menuju Perdamaian |
|
|---|
| 24 Tahun Aceh Tamiang : Negeri yang Ditempa untuk Menjadi Besar |
|
|---|
| Hegemoni Energi AS dan Dilema China di Balik Penangkapan Maduro dan Serangan ke Iran |
|
|---|
| Membaca Strategi Pakistan Sebagai Mediator yang Lahir di Tengah Badai Krisis |
|
|---|
| Carut Marut Kabel Optik dan Wajah Kota Banda Aceh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Yunidar-ZA-pulau-sengketa.jpg)