Pilpres 2024
Nezar Patria Dideklarasikan Jadi Calon Gubernur Aceh, Ini Rekam Jejaknya
Nezar Patria dideklarasikan sejumlah warga Aceh yang tergabung dalam Relawan Aceh Peuneurang Nanggroe jadi Calon Gubernur Aceh, ini rekam jejaknya.
Penulis: Sara Masroni | Editor: Ansari Hasyim
Sebelumnya, Nezar bekerja sebagai Direktur Kelembagaan PT Pos Indonesia (Persero) sejak 23 September 2020-25 April 2022.
Kemudian menjadi Komisaris Utama PT Dapensi Trio Usaha pada 31 November 2021-13 Juni 2022.
Baca juga: Imam Masykur Tewas, GP Ansor Aceh: Bongkar Sindikat Tramadol, Pembunuhan Sudah Bertahun-tahun
Sebelum terjun ke birokrasi, Nezar Patria dikenal luas sebagai wartawan, aktivis, dan juga penyair.
Pada penghujung masa Orde Baru, Nezar Patria menjadi salah satu dari 13 korban penculikan aktivis yang memperjuangkan reformasi di Indonesia.
Sepanjang karirnya di dunia pers, Nezar Patria pernah menjabat sebagai Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia periode 2008-2011.
Selanjutnya menjadi Anggota Dewan Pers untuk periode Maret 2016-Juni 2019.
Sebelum meninggalkan dunia jurnalistik setelah ditunjuk menjadi Direktur Kelembagaan di PT Pos Indonesia, Nezar Patria tercatat sebagai Pemimpin Redaksi The Jakarta Post pada tahun 2020.
Selain karya jurnalistik yang diterbitkan di media nasional, Nezar juga aktif menghasilkan publikasi dalam bentuk artikel ilmiah maupun buku nonfiksi dan puisi.
Baca juga: Diseret Namanya soal Mafia Tramadol di Kasus Paspampres dan Imam Masykur, Akhyar Kamil: Itu Politik
Presiden Jokowi Sebut Nezar Patria Akan Sangat Membantu Menteri
Beberkan track record Putra Aceh, Presiden Jokowi sebut Nezar Patria akan sangat membantu Menteri Kominfo di Kabinet Indonesia Maju.
Hal itu disampaikan Presiden Jokowi usai pelantikan Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) di Istana Negara Jakarta, Senin (17/6/2023).
"Pak Nezar ini kan pengalaman di media, pernah di Pemred Jakarta Post, pernah di Dewan Pers, pernah di BUMN," ungkap Jokowi dilihat dari tayangan Kompas TV, Senin (17/7/2023).
"Saya kira akan sangat membantu sekali pak Menteri Budi Arie," tambahnya.
Sementara saat ditanya kenapa memilih pejabat di kementerian yang bukan berasal dari partai politik (Parpol), Presiden RI hanya menjawab singkat.
"Semuanya dalam tujuan akhir agar segera bekerja cepat," pungkasnya.
Baca juga: Hingga Agustus Realisasi APBA Masih 50,48 Persen, Jubir MTA: Normal dan Terkendali
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.