Pilpres 2024
Nezar Patria Dideklarasikan Jadi Calon Gubernur Aceh, Ini Rekam Jejaknya
Nezar Patria dideklarasikan sejumlah warga Aceh yang tergabung dalam Relawan Aceh Peuneurang Nanggroe jadi Calon Gubernur Aceh, ini rekam jejaknya.
Penulis: Sara Masroni | Editor: Ansari Hasyim
Sosok Nezar Patria di Mata Jurnalis Senior Aceh
Jurnalis Senior sekaligus Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Tarmilin Usman mengungkap bagaimana sosok Nezar Patria.
Menurutnya, Nezar merupakan sosok yang sudah pantas mendapat kepercayaan dari Presiden Jokowi sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo).
"Beliau sosok hebat, sangat mumpuni dan punya jaringan luas," ungkap Tarmilin kepada Serambinews.com, Selasa (18/7/2023).
Para jurnalis dan aktivis di Aceh menurutnya, perlu memberikan apresiasi dan dukungan untuk Wamenkominfo yang pernah menjadi Anggota Dewan Pers itu.
"Kita berharap akan lahir para jurnalis dan aktivis yang mengikuti jejak Pak Nezar Patria," harap mantan Ketua PWI Aceh dua periode ini.
Keberhasilan yang disandang putera H Sjamsul Kahar, Pemimpin Umum Harian Serambi Indonesia sekaligus tokoh pers Aceh itu, menurutnya tidak seperti membalikkan telapak tangan.
Tarmilin menyebut, semuanya membutuhkan proses dan dipersiapkan sejak dini.
Hal itu, menurutnya perlu ditiru oleh generasi muda dan kaum milenial di Aceh ke depannya.
"Punya pendidikan bagus, membangun jaringan luas, dan terpenting punya etika dan cara berkomunikasi yang santun," ungkap Tarmilin.
"Bisa mencontoh apa yang selama ini dilakukan Wamen Nezar Patria," tambahnya.
Nezar diceritakan Tarmilin, sejak menimba ilmu di bungku kuliah sudah bergabung dengan berbagai organisasi.
Di situlah ia ditempa menjadi orang hebat seperti saat ini.
Ketua DKP PWI Aceh itu juga mengajak seluruh lapisan masyarakat Aceh, baik jurnalis, aktivis, para ulama, akademisi, politisi, dan pemerintah Aceh sendiri akan lebih mudah berkomunikasi dengan pemerintah pusat.
"Pak Nezar betul-betul kita jadikan cerminan dan perwakilan Aceh di pusat," ungkapnya.
Menurut Tarmilin, perkembangan zaman selalu berubah. Karena itu, pola pikir juga harus disesuaikan dengan perubahan zaman.
"Sekarang terpenting pendidikan wajib dimiliki sesuai perkembangan," ungkap Tarmilin.
"Sekarang otak lebih dominan, bukan otot," pungkasnya.
(Serambinews.com/Sara Masroni, Zubir)
BACA BERITA SERAMBI LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.