Jurnalisme Warga
Sepenggal Kisah Peserta KKN/PPL asal Umuslim di Thailand
Keduanya menghubungi saya untuk menceritakan kondisi dan sekilas pengalaman mulai dari keberangkatan sampai berada di Negeri Gajah Putih tersebut.
Tujuan dari program KKN/PPL ini, lanjut Syarkawi, selain mempererat silaturahmi juga untuk memajukan pendidikan, khususnya peningkatan perluasan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Bagi Qurrata Ayun dan Amelia Rizkiani, keberangkatan ke Thailand merupakan pengalaman kedua bagi mereka melawat ke luar negeri berkaitan dengan kampus (studi).
Sebelumnya mereka juga pernah berangkat ke Jepang mengikuti Program Pertukaran Pelajar Internasional di Nagoya Gakuin University (NGU) Jepang.
Keberadaan di Jepang dalam rangka implementasi program kerja sama antara Universitas Almuslim dengan NGU Nagoya Jepang yang telah ditandatangani beberapa tahun lalu.
Menurut Qurrata Ayun, keberangkatan mereka ke Thailand dimulai dengan jalan darat dari Aceh ke Medan, Sumatera Utara, seterusnya terbang ke Kuala Lumpur, Malaysia.
Saat keberangkatan ke Thailand, turut didampingi pihak kampus, yaitu Ketua Bidang Divisi Pengabdian LPPM Umuslim, Drs Syarkawi MEd.
“Kami berangkat melalui Bandara Kuala Namu tujuan Kuala Lumpur dengan waktu perjalanan lebih kurang1 jam 15 menit,” kata Qurrata Ayun.
Pengalaman berangkat ke Thailand, lanjut Qurrata, tentu sangat berbeda dengan keberangkatannya mengikuti program student exchange ke Jepang yang merupakan kerja sama antara kampus NGU Jepang dengan Umuslim.
Sesampainya di Bandara Kuala Lumpur, Qurrata cs bergabung dengan 78 mahasiswa lain dari 18 perguruan tinggi seluruh Indonesia yang mengikuti program tersebut.
Sesampainya di Kuala Lumpur, mereka menunggu bus jemputan yang akan membawa ke Thailand. Sempat menunggu bus sekitar dua jam untuk membawa rombongan ke Thailand Selatan.
Di saat menunggu itu pula mereka berkomunikasi dan berkenalan dengan sesama peserta yang berasal dari 18 perguruan tinggi lain se-Indonesia.
Keberangkatan ke Thailand menggunakan bus melalui rute Kuala Lumpur ke Thailand via Kelantan.
Hal ini karena posisi negara Thailand Selatan berada tepat di sebelah Kelantan, yaitu bagian laut timur Semenanjung Malaysia.
Perjalanan naik bus membutuhkan waktu kurang lebih 17 jam. Di perjalanan mereka sempat mengunjungi Kantor Perdana Menteri dan kerajaan di Malaysia.
Perjalanan sekitar 17 jam tersebut tentunya cukup melelahkan fisik, ditambah perjalanan dari Aceh yang hampir tujuh jam juga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/zulkifli-8383.jpg)