Luar Negeri

Skandal Seks di Penjara, Tentara Wanita Israel Berhubungan Intim dengan Tahanan Pria Palestina

Seorang tentara perempuan Israel mengaku melakukan hubungan intim secara fisik dengan tahanan pria Palestina.

Editor: Faisal Zamzami
HAZEM BADER /AFP
Tentara Israel menyeret perempuan Palestina yang memprotes pembongkaran rumah mereka di Kota Hebron, Tepi Barat, Selasa (28/12/2021). 

Pada akhir pekan, Itamar Ben Gvir, menteri keamanan nasional Israel, mengeluarkan pernyataan bersama dengan Katy Perry, komandan layanan penjara Israel, yang mengumumkan bahwa semua tentara wanita Pasukan Pertahanan Israel (IDF) akan segera berhenti menjadi penjaga di penjara keamanan.

Kelima wanita yang dicurigai dilaporkan akan segera mengakhiri masa wajib militer mereka.

Ynet melaporkan bahwa seorang sipir penjara sedang diinterogasi mengenai apakah dia atau rekan-rekannya mengetahui bahwa tentara wanita mungkin telah melakukan hubungan seksual dengan seorang tahanan keamanan dan tidak melaporkannya.

 

Baca juga: Emir Qatar Serukan Masyarakat Internasional Beri Dukungan untuk Palestina

 

Sementara dilansir Sky News, seorang pengacara yang mewakili tentara itu mengatakan bahwa dia diancam oleh tahanan tersebut untuk melakukan hubungan non-konsensual.

Akan tetapi seorang perwira polisi senior berkata tuduhan itu tidak disertai dengan bukti.

Media Israel juga melaporkan bahwa selama interogasi, tentara tersebut yang telah ditangkap mengklaim empat penjaga perempuan lainnya juga memiliki hubungan intim dengan pria yang sama.

Tahanan Palestina itu dipindahkan dari selnya ke sel terpisah sebelum diinterogasi, kata Layanan Penjara Israel (IPS).

IPS juga melaporkan narapidana itu diduga memiliki ponsel di dalam sel yang digunakan untuk menghubungi beberapa penjaga perempuan dan bertukar foto.

Pada Jumat (29/09), Ketua IPS Katy Perry dan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir mengumumkan tentara perempuan tidak akan lagi bertugas di penjara dengan keamanan tinggi yang berisi "teroris" Palestina.

Kata dia, setidaknya 1.000 penjaga baru telah direkrut untuk menggantikan tentara perempuan yang tak lagi bertugas di penjara.

Media Israel mengutip Ben-Gvir juga mengatakan bahwa pada pertengahan tahun 2025 "tidak ada satu pun tentara perempuan yang akan bertugas di penjara".

Sebelumnya muncul seruan agar keberadaan tentara perempuan Israel di penjara-penjara Israel dengan keamanan tinggi dihentikan.

Namun hal itu tak terlaksana karena kekurangan staf.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved