OPINI
Kepemimpinan Ala Nabi Muhammad SAW Menjadi Pemimpin Sejati Sesuai Sunnah
Pemimpin yang tidak bisa menjadi contoh atau teladan sejatinya bukan seorang pemimpin yang baik.
Oleh : Ismawati, SKM
Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran USK
MENJADI Pemimpin adalah amanah yang dipertanggungjawabkan dihadapan bawahan/karyawan, masyarakat dan tentunya di hadapan Allah SWT.
Sebahagian sekarang mungkin sangat ahli dalam menciptakan teori-teori kepemimpinan, namun kurang maksimal bahkan Nol dalam hal penerapannya,
Sehingga teori hanya tinggal teori, tidak membuahkan apa-apa. karena pemimpinya hanya mengumbar kata-kata tetapi prilaku dan tindakannya justru tidak sesuai dengan yang diutarakan maka tidak bisa kita jadikan sebagai panutan.
Pemimpin yang tidak bisa menjadi contoh atau teladan sejatinya bukan seorang pemimpin yang baik.
Sebagai pemimpin tentunya kita memiliki sosok yang kita jadikan motivasi atau role model seperti yang dilakukan Nabi SAW mampu menjadi suri tauladan bagi yang dipimpinnya.
Sikap kepemimpinan dipengaruhi oleh kepribadian yang dimiliki dengan kepribadian yang baik biasanya memiliki jiwa kepemimpinan yang baik pula.
Sesungguhnya setiap manusia diciptakan sebagai pemimpin sebagaimana diterangkan dalam hadits dari Ibnu Umar RA dari Nabi SAW. bersabda:
setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung jawaban atas kepemimpinannya. Seorang kepala Negara adalah pemimpin atas rakyatnya dan akan diminta pertanggungjawabkan perihal rakyat yang dipimpinnya. Seorang suami adalah pemimpin atas anggota keluarganya dan akan ditanya perihal keluarga yang dipimpinnya. Seorang istri adalah pemimpin atas rumah tangga dan anak-anaknya dan akan ditanya perihal tanggung jawabnya. Seorang pembantu rumah tangga bertugas memelihara barang milik majikannya dan akan ditanya atas tanggungjawabnya, dan kamu sekalian pemimpin dan akan ditanya atas pertanggung jawabannya (HR.Muslim).
Dari buku yang berjudul Seni Kepemimpinan ala Nabi SAW. saya mengutip banyak hal yang perlu kita pelajari dari kepemimpinan Beliau, semua sudah terperinci dengan sangat luar biasa.
Jika dilihat dari Histori Nabi Muhammad SAW. memang layak menempati posisi tertinggi dalam statusnya sebagai pemimpin.
Michael H. Hart ilmuan non-islam dalam bukunya yang berjudul 100 a rangking of the most influential person in History yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh mahbud Djunaidi dengan judul 100 tokoh paling paling berpengaruh sepanjang sejarah, Hart menempatan Nabi Muhammad Saw. dipuncak teratas dari manusia-manusia hebat yang berpengaruh sedunia dan sepanjang zaman.
Seni kepemimpinan Nabi Muhammad SAW menunjukkan dan mengajarkan sejumlah nilai penting yang beliau ajarkan dan praktikkan.
Sebuah roda kepempinan bisa berjalan dikoridor kebenaran dan pada akhirnya mampu mencapai keberhasilan yang sesungguhnya.
Bagaimana Cara Nabi SAW memimpin?
Rasullulah SAW memimpin dengan rasa empati beliau tidak pernah mencaci maki seseorang, tidak mencari kesalahan orang lain, tidak berbicara kecuali yang bermanfaat.
Konsep Kepemimpinan Nabi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/F20231025is1.jpg)