6 Jenazah Penambang Emas yang Dibunuh KKB di Yahukimo Teridentifikasi, Ada Warga NTT dan Sulawesi

Diketahui total 13 korban tewas dalam aksi penyerangan KKB di lokasi pertambangan ilegal di Distrik Seradala, pada 16 Oktober 2023 lalu.

Editor: Faisal Zamzami
Dok Satgas Damai Carten
Petugas Satgas Damai Cartens saat mengevakuasi penambang yang tewas diserang KKB di Yahukimo, Papua Pegunungan, Senin (16/10/2023) 

"Alhamdulillah, kita sudah dapat mengidentikasi para korban pembantaian KKB kelompok Egianus Kogoya tersebut," ujar Kasatgas Humas Damai Cartenz, AKBP Bayu Suseno dalam rilis pers diterima Tribun-Papua.com, Sabtu.

"Untuk rangga dan Ibrahim belum diketahui warga mana, karena saksi-saksi hanya mengetahui nama panggilan sehari-hari dan di TKP tidak ditemukan adanya identitas," kata Bayu.

"Keenam jenazah ini dalam keadaan mengenaskan karena sudah busuk dan ada yang kondisinya dibakar oleh KKB yaitu Akmal dan Andika," jelas Bayu.

Baca juga: KKB Papua Makin Brutal, Korban Capai 95 Orang, 13 Tewas, 6 Jenazah Kembali Ditemukan di Yahukimo


Kronologis Penemuan 6 Jenazah

Kapolres Yahukimo, AKBP Heru Hidayanto mengungkapkan kronologis penemuan jenazah 6 para penambang tersebut.

AKBP Heru mengatakan pencarian dilakukan Satgas Ops Damai Cartenz setelah ada laporan dari pihak keluarga yang mencari keberadaan korban.

"Kami memperoleh informasi bahwa ada warga yang mencari keluarganya yang belum diketahui keberadaannya hingga saat ini," ujar Heru dalam rilis pers diterima Tribun-Papua.com.

Sebanyak 21 personel gabungan TNI dan Polri menggelar penyisiran sejak Kamis (26/10/2023) sore.

"Pada hari ini dari pukul 04:45-08:59 WIT kami lakukan scanning dan pencarian. Kami berhasil menemukan 6 jenazah lagi di Kali I. Namun lokasinya memang agak jauh dari lokasi awal penemuan mayat yang pertama dulu," katanya.

Baca juga: KKB Bunuh 7 Pendulang Emas di Yahukimo, Penyerangan Disebut Dipimpin Pecatan TNI Yotam Bugiangge

7 Penambang Emas Tewas

Dikutip dari Tribun Papua, sebanyak 30 orang KST menyerang secara membabi buta area pertambangan emas ilegal di kali Ei, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Senin (16/10/2023).

Akibatnya 7 penambang tewas seketika dan yang lainnya menyelamatkan diri.

Pelakunya diduga KST pimpinan Asbak Koranue yang merupakan bagian kelompok Egianus Kogoya.

Mereka diduga melakukan aksinya dengan menggunakan sejumlah senjata di antaranya senapan SS1 V2, panah, dan parang.

Selain itu, mereka juga membakar tiga ekskavator, dua truk, dan camp pendulang.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved