OPINI
Pencemaran Lingkungan dari Plastik: Kesehatan Air, Tanah, Udara dalam Ancaman
Pencemaran lingkungan oleh plastik telah menciptakan ancaman yang mendalam terhadap ekosistem dan kesehatan manusia
Oleh: Tuah RH Panji Pribadi
Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Banda Aceh
PLASTIK telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Dari kantong belanja hingga botol air minum, kita sering kali mengandalkan produk plastik dalam kehidupan sehari-hari. Namun, dampak lingkungan dari plastik telah menjadi masalah serius yang mengancam kesehatan air, tanah, dan udara kita.
Pencemaran lingkungan oleh plastik telah menciptakan ancaman yang mendalam terhadap ekosistem dan kesehatan manusia. Lingkaran Berbahaya Plastik
Ketika kita membahas permasalahan pencemaran plastik, sering kali kita membayangkan tumpukan sampah plastik yang menumpuk di lautan. Namun, hal ini sebetulnya lebih rumit daripada gambaran itu. Dampak plastik tidak hanya terbatas pada pencemaran laut, tetapi juga melibatkan pencemaran air tawar dan bahkan udara yang kita hirup setiap hari.
Lingkaran berbahaya plastik ini dimulai sejak tahap produksi plastik itu sendiri. Setiap tahun, miliaran ton plastik diproduksi di seluruh dunia. Plastik dibuat dari bahan baku minyak bumi, yang diekstraksi dengan cara yang merusak lingkungan.
Baca juga: Berhenti Merokok Sebelum Membahayakan Tubuhmu
Proses produksi plastik juga menghasilkan gas rumah kaca yang berkontribusi pada perubahan iklim global. Semua ini adalah bagian dari siklus berbahaya plastik yang akhirnya berdampak pada kualitas udara yang kita hirup.
Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) dari hasil penginputan data yang dilakukan pada 309 kabupaten/kota se-Indonesia, terdapat sebanyak 35.953.862,11 ton sampah/ tahun yang timbul dengan jumlah sampah yang tidak terkelola sebanyak 13.480.667,99 ton/ tahunnya. Hal ini menggambarkan perlunya tindakan lebih serius dalam mengatasi permasalahan plastik ini dari akar permasalahannya.
Bahaya Limbah Plastik Bagi Lingkungan
Pencemaran plastik, terutama di perairan, telah menjadi masalah serius yang berdampak pada kesehatan manusia. Plastik sekali pakai, seperti botol air, sering dibuang sembarangan, menemukan jalan ke sungai dan laut melalui aliran air hujan, dan berubah menjadi mikroplastik.
Mikroplastik ini mengancam ekosistem laut, karena organisme laut seperti ikan, burung laut, dan mamalia laut memakan mikroplastik tersebut, menyebabkan penyebaran zat beracun dalam tubuh mereka.
Pencemaran plastik juga terjadi di darat, saat sampah plastik yang tidak dibuang dengan benar mencemari tanah. Proses pelapukan plastik melepaskan zat kimia beracun ke dalam tanah, berpotensi merusak kualitas tanah, pertanian, dan ekosistem tanah.
Baca juga: Team Learning dalam Optimalisasi Pelayanan Publik di Bidang Kesehatan
Plastik juga memengaruhi udara karena mikroplastik yang dilepaskan dapat tersebar melalui angin dan menjadi bagian dari udara yang kita hirup sehari-hari. Penelitian telah menunjukkan potensi risiko kesehatan yang terkait dengan mikroplastik di udara, terutama terkait dengan pernapasan manusia. Meskipun masih ada perdebatan, potensi risiko kesehatan ini telah menjadi perhatian serius dalam beberapa tahun terakhir.
Bahaya Plastik Bagi Manusia
Jenis-jenis plastik memiliki karakteristik dan bahaya kesehatan yang berbeda. Pertama, PET (Polyethylene Terephthalate) adalah plastik sekali pakai yang dapat meleleh dan melepaskan zat karsinogenik jika terpapar pada suhu tinggi, menyebabkan risiko kanker. PVC (Polyvinyl Chloride) lebih tahan terhadap zat kimia, tetapi dapat merusak ginjal jika bereaksi dengan makanan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/F20231103th1.jpg)