Breaking News

Gebyar PKA 8

Balai Arsip Statis dan Tsunami Gelar Bincang Suratan Takdir Arsip Seni Budaya Aceh

"Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus mencari, mengumpulkan, dan merawat arsip-arsip ini. Mereka bukan hanya dokumen kering, tetapi pintu...

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Para pembicara dan jajaran arsip statis tsunami seusai bincang arsip di Gedung BAST Aceh. 

"Kita datang menyemangati masyarakat dan mendorong masyarakat melangkah ke masa depan yang lebih indah," kata Fikar.

Penyair Mustafa Ismail menyoroti, tentang arsip seni budaya Aceh yang masih sangat sulit di akses.

Ia mengusulkan adanya Arsip Seni Budaya Aceh, mengingat Aceh memiliki keberagaman budaya yang perlu dijaga dan dirawat. 

"Selain memang dibutuhkan kesadaran kalangan senimannya sendiri untuk peduli tentang arsip seni," kata Mustafa Ismail.

Arsiparis Abdul Aziz menyatakan, Dinas Kearsipan dan Pustaka Aceh (DKPA) telah memprogramkan  gerakan sadar arsip masyarakat yang akan digelorakan pada 2024. 

Ia setuju, adanya arsip seni budaya dan dijanjikan akan menyahuti ide tersebut. 

"Segera saya sampaikan ide ini dan kita bahas dengan pimpinan. Ini sangat bagus," kata Abdul Aziz yang menginformasikan bahwa pihaknya juga sedang menelusuri dokumen suara siaran Radio Rimba Raya yang berada di Radio All India.

 "Insya Allah kita akan ke India mengambil copy dokumenter sebut," katanya.

Bincang Arsip tersebut diisi dengan pertunjukan musikalisasi puisi oleh Devie Matahari bersama Darman, dan Wahyu Glen dari Komunitas Seni Seulawah.

 "Kami dulu berproses bersama setelah peristiwa tsunami. Alhamdulillah sampai sekarang masih bisa berkarya dan berpartisipasi," kata Devie. (*)

Baca juga: Subulussalam Juara Engklek, Aceh Besar Kuasai Catoe Rimueng


 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved