Jurnalisme Warga

Kala Banjir Singkil Tak Kunjung Surut

Hingga 23 November 2023 sudah lebih dari satu bulan, tepatnya sudah 40 hari, Kecamatan Singkil yang merupakan ibu kota Kabupaten Aceh Singkil terendam

Editor: mufti
IST
Drs. H. HERMANTO, warga terdampak banjir, melaporkan dari Singkil, ibu kota Aceh Singkil 

Drs. H. HERMANTO, warga terdampak banjir, melaporkan dari Singkil, ibu kota Aceh Singkil

Hingga 23 November 2023 sudah lebih dari satu bulan, tepatnya sudah 40 hari, Kecamatan Singkil yang merupakan ibu kota Kabupaten Aceh Singkil terendam banjir.

Genangan banjir di Kecamatan Singkil sampai hari ini masih bertahan, ketinggian dan sebarannya hanya sedikit berkurang. Sedangkan di kecamatan lain sudah lama surut. Melihat tingginya air yang mengepung rumah dan menggenangi kebun saya maka dapat dipastikan bahwa banjir belum akan surut dalam sepuluh hari ke depan.

Warga tetap bertahan di rumah masing-masing dengan membuat meja darurat untuk menyimpan barang, memasak, dan tidur. Sedangkan untuk bisa keluar masuk rumah tanpa melewati genangan banjir di pekarangan warga membuat jembatan darurat. Banjir ini juga menyebabkan terendamnya dan gagalnya panen puluhan hektare sawah, menghanyutkan sejumlah ternak kambing dan ayam. Selain itu, puluhan hectare kelapa sawit rakyat yang baru ditanam juga mati. Warga kesulitan mendapatkan air bersih karena sumur di rumah mereka tercemar akibat banjir.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil melalui BPBD dan Dinas Sosial mendirikan dapur umum di lokasi banjir. BPBD Aceh Singkil sudah menurunkan tim reaksi cepat (TRC) ke lokasi banjir dan melakukan koordinasi, pelaporan, dan pendataan. Semua warga mengalami kesulitan untuk beraktivitas. Selain itu, stok makanan juga menipis dan sejumlah warga juga mulai terserang gatal-gatal, diare, dan demam.

Kepala BPBD Aceh Singkil, Drs Husni, melalui percakapan via telepon pada Selasa, 21 November 2023, mengatakan bahwa jumlah sementara korban terdampak banjir adalah 9.713 jiwa atau 2.759 KK.

Tidak ada korban jiwa pada peristiwa banjir ini. Namun, Husni belum dapat memberikan angka kerugian riil yang diderita oleh warga karena banjir masih terjadi di Kecamatan Singkil.

Penyebab banjir

Dari beberapa forum diskusi yang saya ikuti, dapat disimpulkan bahwa penyebab terjadinya banjir di Kabupaten Aceh Singkil, di antaranya:

1. Penebangan kayu secara besar-besaran di hutan pegunungan dan Rawa Singkil, serta kiri-kanan

sepanjang DAS Singkil sejak tahun ‘60-an sampai saat ini, menyebabkan hutan gundul dan tak lagi berfungsi sebagai penyerap air.

2. Banjir kiriman dari kabupaten/kota tetangga melalui dua hulu sungai besar, yaitu Lae Cinendang

dan Lae Soraya yang bermuara ke Laut Singkil. Sungai besar ini sekarang sudah dangkal sehingga

tak sanggup lagi menampung banjir kiriman.

3. Permukaan tanah di Kecamatan Singkil menurun dan berada di bawah permukaan laut pascagempa

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved