Berita Banda Aceh

AJI-WCS Gelar Workshop Lingkungan dan Satwa

Diskusi ini menghadirkan narasumber antara lain Rinaldo, S.Hut, M.Si mewakili Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL).

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Nur Nihayati
For Serambinews.com
Sejumlah peserta mengikuti workshop tentang konflik satwa dan manusia, Sabtu (25/11/2023) di Banda Aceh. 

Dijelaskan, TNGL dideklarasi sebagai Taman Nasional Pertama pada 6 Maret 1980.

Kemudian, dijadikan cagar biosfer oleh MAB Unesco pada tahun 1981.

Lalu, dijadikan kebanggaan ASEAN oleh ASEAN Centre for Biodiversity tahun 1984. Kemudian, dijadikan warisan dunia (bersama TNKS dan TNBBS) ditetapkan tahun 2004. Sejak Januari 2023 kantor TNGL berpindah di Banda Aceh.

Sedangkan Dekan FKH, Teuku Reza Alza menjelaskan tentang transimisi penyakit kehewanan (zoonosis) pada interaksi manusia—satwa liar.

Teuku Reza memberikan beberapa contoh penyakit tersebut. Selanjutnya, Muhammad Arif menjelaskan tentang kaedah jurnalistik dalam menulis perspektif isu interaksi negatif antara manusia dan satwa. 

Pada workshop hari kedua, pihak BKSDA akan memberikan materi dengan tema “upaya penanganan interaksi negatif manusia dan satwa, disusul WCS yang akan menjelaskan “Cerita lapang dari Wildfile Response Unit (WRU) bekerjasama masyarakat dan diakhiri oleh Dandy Laksono yang menyampaikan “Peran Media dalam Mitigasi: bagaimana berdamai dengan alam," ujarnya.(*)

Baca juga: Pidato 5 Menit Pj Gubernur Aceh saat Membuka MTQ Ke-36 di Simeulue: Semua Tau Tugas Masing-Masing

Baca juga: Lagi, Anak Aceh Berhasil Operasi Bocor Jantung, Selama di Jakarta Difasilitasi TRH

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved