Sabtu, 13 Juni 2026

Jurnalisme Warga

Tajussalatin Jadi Materi Penataran bagi Pemimpin, Mungkinkah?

Kita sudah salah kaprah dalam memakai simbol-simbol yang bukan milik para leluhur kita. Kesemua hal ini mencerminkan bahwa kita kurang percaya diri se

Tayang:
Editor: mufti
SERAMBINEWS/tambeh.wordpress.com
T A SAKTI, penerima Kehati Award 2001 dari Yayasan Keanekaragaman Kehidupan Hayati Indonesia (Kehati) Jakarta, melaporkan dari Dusun Lamnyong, Gampong Rukoh, Darussalam, Banda Aceh 

Melihat banyaknya pengkajian atau terjemahan serta luasnya wilayah di Nusantara ini yang menggunakan Tajussalatin menjadi rujukan pemikiran, membuktikan betapa pentingnya karya ini. Aktualitasnya juga tak diragukan sampai sekarang.

Pada kesempatan ini, saya coba menyampaikan beberapa cuplikan Tajussalatin yang disertai ulasan sederhana. Saya yakin, jika materi naskah ini dikupas oleh pakarnya, tentu bakal memperoleh hasil yang memuaskan.

Tajussalatin, antara lain, menyebutkan bahwa seseorang raja–sesuai kebutuhan dewasa ini maka istilah raja kita artikan sebagai seorang pemimpin, mulai tingkat paling atas sampai yang paling bawah–jangan sampai mabuk atau terlena dengan puji-pujian dari pegawai atau bawahannya. Sebab, pujian itu bisa mengakibatkan hilangnya sifat hati-hati dan mengurangi daya kontrol dari sang atasan.

Pujian ikhlas memang ada, tapi menurut Tajussalatin kebanyakan pujian dari bawahan terutama didorong upaya mencari pamrih dari pimpinan.

Ada tiga sebab si karyawan memuji direkturnya. Pertama, karena takut, misalnya jangan sampai dipecat atau dikurangi perannya. Kedua, agar si bos tak mencari-cari kesalahannya/dengki.

Ketiga, supaya bisa memperoleh hadiah/kekayaan dari pimpinannya.

Tajussalatin mengungkapkan bahwa kebanyakan ‘pemimpin’ pada saat (zaman akhir) ini adalah ingin dipuji terus-menerus oleh bawahannya.

Mengenai penjahat, Tajussalatin menganjurkan agar diberi hukuman seberat-beratnya, sesuai dengan tingkat kesalahannya. Anda percaya atau tidak, merajalelanya para penjahat sekarang, terutama akibat ringannya hukuman yang mereka terima. Tajussalatin, menganjurkan para pemimpin agar menyingkirkan pegawainya yang  tak becus bertugas, terutama yang suka membuat laporan ABS (asal bapak senang).

Laporan yang ‘keliru’ bisa menyebabkan kebijaksanaan yang ditempuh menyimpang pula. Untuk memperoleh laporan akurat, para pemimpi tempo dulu memiliki ‘tim pengintip’ yang terpecaya. Pada masa canggih sekarang, bentuk pengawasan demikian tentu sukar dilaksanakan. Sebab, orang yang dapat dipercaya sekarang teramat langka.

Tajussalatin tak lupa menjelaskan bahwa seorang pemimpin akan berdosa bila ia tidak “membela rakyat”  yang dipimpinnya. Begitu pula, sang pemimpin akan dibebani dosa yang dilakukan para aparat/birokrat terhadap rakyat di negeri itu.

Seorang pemimpin mesti mempunyai para penasihat. Di era kerajaan dahulu, para penasihat sultan terdiri atas ulama. Tajussalatin menganjurkan sang raja agar tidak “bekerja sama” dengan sembarang ulama. Jadi, perlu dipilih secara selektif. Sebab, di antara para ulama itu banyak pula yang bermental ‘perampok’ yang mengharapkan anugerah harta dari pemimpinnya.

Selain itu, banyak pula ulama penjilat yang tidak ikhlas dalam profesi ulama. Demikianlah sedikit cuplikan Tajussalatin.

Sungguh, hingga hari ini kita sangat berkiblat ke Barat dalam membahas segala sesuatu mengenai sumber-sumber pemikiran atau rujukannya. Tanpa sedikit pun melirik ke Timur. Kkita serta-merta menyebut Plato, Aristoteles, Thomas Hobbes, Max Waber, dan lain-lain tokoh pemikir ‘negeri seberang’ saat membicarakan pemikiran-pemikiran modern. Padahal, sumber pemikiran  asal  dalam negeri cukup banyak dan tidak kalah mutunya, seperti isi naskah Tajussalatin itu misalnya.

Menurut saya, isi Tajussalatin patut dijadikan meteri Pendidikan atau pengajaran pada penataran bagi para pejabat/birokrat di Indonesia. Karena itu, kita mengharapkan agar pihak perguruan tinggi di Aceh berkenan membuat kajian serius terhadap kitab Tajussalatin. Sedangkan Pemerintah Aceh diharapkan sudi menjadikan Tajussalatin  sebagai bahan penataran bagi berbagai jenjang pegawainya, terutama dalam menjaring calon pimpinan.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
Live
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved