Internasional

Rusia tak Ingin Berperang Melawan Negara-negara NATO, Ini Akibatnya jika Tetap Menyerang

Jika Putin menyerang sekutu NATO—jika dia terus menyerang dan kemudian menyerang sekutu NATO—ya, kami telah berkomitmen sebagai anggota NATO bahwa kam

Editor: Ansari Hasyim
Mikhail KLIMENTYEV/POOL/AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin 

SERAMBINEWS.COM - Moskow tidak tertarik untuk memicu perang dengan negara-negara NATO, kata Presiden Rusia Vladimir Putin, setelah Presiden AS Joe Biden memperingatkan Kremlin dapat mengambil tindakan melawan aliansi tersebut jika bantuan Barat untuk Ukraina tersendat.

Saran bahwa Rusia akan melancarkan serangan terhadap negara NATO adalah “benar-benar omong kosong,” kata Putin kepada media pemerintah Rusia dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Minggu.

Awal bulan ini, Biden mengatakan kepada anggota parlemen AS bahwa jika Putin mengambil alih Ukraina, dia tidak akan berhenti di situ.

Baca juga: Vladimir Putin Perintahkan Tambah Tentara Rusia 1,32 Juta Personel, Persiapan Perang Lawan NATO?

“Jika Putin menyerang sekutu NATO—jika dia terus menyerang dan kemudian menyerang sekutu NATO—ya, kami telah berkomitmen sebagai anggota NATO bahwa kami akan mempertahankan setiap inci wilayah NATO,” kata Biden, sambil memohon kepada para pendukung Partai Republik yang mendukung Putin menghalangi bantuan militer lebih lanjut ke Ukraina.

Hasilnya adalah sebuah skenario “yang tidak kita cari dan tidak kita miliki saat ini,” tambah Biden.

Berdasarkan Pasal 5 perjanjian NATO, serangan bersenjata terhadap salah satu negara anggota aliansi dianggap sebagai serangan terhadap semua negara.

Negara-negara seperti AS sangat berhati-hati dalam memberikan dukungan militer kepada Kyiv, dengan memberikan berbagai jenis bantuan, namun ingin menegaskan kembali bahwa negara-negara NATO tidak terlibat langsung dalam perang tersebut.

Setelah invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, Swedia dan Finlandia mengajukan permohonan keanggotaan NATO, dan Helsinki bergabung dengan aliansi tersebut pada April 2023.

Hal ini menggandakan perbatasan NATO dengan Rusia dan meningkatkan ketegangan di sepanjang sisi timur aliansi tersebut.

Baca juga: Rusia Nyatakan Siap Bertempur Lawan NATO, Perang Dunia III Terancam Pecah

NATO "menyeret Finlandia" ke dalam aliansi tersebut, kata Putin dalam wawancara yang disiarkan pada hari Minggu.

“Itu benar-benar tidak masuk akal, dan saya pikir Presiden Biden memahaminya,” kata Putin mengomentari pernyataan panglima tertinggi tersebut.

Rusia tidak memiliki kepentingan geopolitik, ekonomi, politik atau militer dalam memicu konflik dengan negara-negara NATO, tambah pemimpin Kremlin.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved