Kamis, 14 Mei 2026

Info Hidup Sehat

BAB Sembarangan Dapat Mengancam Kesehatan, Masyarakat Diminta Terapkan PHBS

Bayangkan jika hal ini dilakukan pada malam hari dalam kawasan semak-semak, maka bukan tidak mungkin di lokasi itu ada binatang melata seperti ular

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/Ayo Sehat Kemenkes
BAB sembarangan dapat mencermarkan sumber air 

BAB Sembarangan Dapat Mengancam Kesehatan, Masyarakat Diminta Terapkan PHBS

SERAMBINEWS.COM – Perilaku Buang Air Besar (BAB) sembarangan merupakan budaya yang tidak baik dan dampat mengancam kesehatan jiwa.

Selain itu, BAB sembarangan juga membuat lingkungan sekitar tidak nyaman dan dapat memunculkan persoalan baru.

Untuk itu, diharapkan kepada masyarakat untuk segera meninggalkan budaya yang tidak sehat tersebut.

Selain tidak sehat, BAB semabarangan juga mengancam keselamatan jiwa.

Bayangkan jika hal ini dilakukan pada malam hari dalam kawasan semak-semak, maka bukan tidak mungkin di lokasi itu ada binatang melata seperti ular, limpan, kalajengking, dan lain-lain.

Baca juga: Jangan Sebar Kotoranmu! Lima Penyakit Ini Mengintai Jika Masih BAB Sembarangan, No 3 Sering Dialami

Ilustrasi BAB sembarangan
Ilustrasi BAB sembarangan (Tribun)

Begitu juga BAB di sungai, saat malam hari dalam kondisi gelap, bukan tidak mungkin malah bisa terjatuh ke sungai.

Apalagi mengingat dalam sungai juga ada binatang buas seperti buaya yang sewaktu-waktu siap menerkam siapa saja tanpa ampun.

Karenanya, sudah tidak ada alasan lagi bagi siapa pun untuk BAB sembarangan, mari kita tinggalkan budaya tersebut.

Upaya selanjutnya adalah segera mendeklarasikan diri untuk berprilaku Hidup Sehat dan Bersih (PHBS).

Sudah saatnya meninggalkan budaya yang tidak sehat, untuk kemudian men-ju budaya yang bersih dan nyaman.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi bahwa akses sanitasi yang tidak aman bertanggung jawab terhadap kematian lebih dari 400,000 orang di seluruh dunia setiap tahun.

Menurut data Riskesdas 2019, 1 dari 10 balita di Indonesia terkena diare, dimana diare ini adalah penyebab utama kematian balita di Indonesia, melebihi angka kematian akibat ISPA, demam, malaria, dan sebagainya.

Baca juga: 90 Desa Aceh Besar Deklarasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Wujudkan Bebas BAB Sembarangan

Infeksi cacing atau Soil Transmitted Helminth (STH) juga akibat akses sanitasi yang tidak aman.

WHO memprediksi bahwa 1 dari 4 orang di dunia terinfeksi STH.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved