Info Hidup Sehat
Mulai Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Ini 9 Syarat Jamban Sehat, Coba Cek di Rumahmu
Buang hajat di jamban yang sehat merupakan kebiasaan yang baik mengingat banyak penyakit yang menyebar akibat dari buang hajat di sembarang tempat.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Muhammad Hadi
Mulai Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Ini 9 Syarat Jamban Sehat, Coba Cek di Rumahmu
SERAMBINEWS.COM - Diantara indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah kebiasaan buang hajat di jamban yang sehat.
Pentingnya memiliki jamban yang sehat sebagai infrastruktur sanitasi untuk pembuangan kotoran dan pengelolaan air limbah.
Buang hajat di jamban yang sehat merupakan kebiasaan yang baik mengingat banyak penyakit yang menyebar akibat dari buang hajat di sembarang tempat.
PHBS dapat dilakukan di rumah tangga, di tempat umum dan di sekolah.
Dalam artikel ini yang akan dibahas adalah PHBS dalam lingkungan rumah tangga yang berkaitan dengan penggunaan jamban sehat dan syarat jamban sehat.
Apa itu jamban sehat?
Dikutip dari laman Dinkes Malang, jamban adalah suatu ruangan yang mempunyai fasilitas pembuangan kotoran manusia yang terdiri atas tempat jongkok atau tempat duduk dengan leher angsa atau tanpa leher angsa (cemplung) yang dilengkapi dengan unit penampungan kotoran dan air untuk membersihkannya.
Baca juga: Jangan Diabaikan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Pesantren Penting untuk Kesehatan Santri
Apa saja jenis jamban yang digunakan?
- Jamban cemplung: adalah jamban yang penampungannya berupa lubang yang berfungsi menyimpan dan meresapkan cairan kotoran atau tinja ke dalam tanah dan mengendapkan kotoran ke dasar lubang. Untuk jamban cemplung diharuskan ada penutup agar tidak berbau.
- Jamban tangki septic atau leher angsa adalah jamban berbentuk leher angsa yang penampungannya berupa tangki septik kedap air yang berfungsi sebagai wadah proses penguraian/ dekomposisi kotoran manusia yang dilengkapi dengan resapannya.
Memilih jenis jamban
- Jamban cemplung digunakan untuk daerah yang sulit air.
- Jamban tangki septik/ leher angsa digunakan untuk : daerah yang cukup air dan daerah yang padat penduduk, karena dapat menggunakan “multiple latrine’ yaitu satu lubang penampungan tinja atau tangki septik digunakan oleh beberapa jamban (satu lubang dapat menampung kotoran atau tinja dari 3-5 jamban).
- Daerah pasang surut, tempat penampungan kotoran atau tinja hendaknya ditinggikan kurang lebih 60 cm dari permukaan air pasang.
Baca juga: Hindari Penyakit dengan Terapkan PHBS di Rumah, Ini Syarat dan Manfaat Hunian Sehat dan Bersih
Siapa yang diharapkan menggunakan jamban?
Setiap anggota rumah tangga harus menggunakan jamban untuk buang air besar atau buang air kecil.
Mengapa harus menggunakan jamban?
- Menjaga lingkungan bersih, sehat dan tidak berbau.
- Tidak mencemari sumber air yang ada disekitarnya.
- Tidak mengundang datangnya lalat atau serangga yang dapat menjadi penular penyakit diare, kolera disentri, thypus, kecacingan, penyakit saluran pencernaan, penyakit kulit dan keracunan.
Apa saja syarat jamban sehat?
- Tidak mencemari sumber air minum (jarak antara sumber air minum dengan lubang penampungan minimal 10 m)
- Tidak berbau.
- Kotoran tidak dapat dijamah oleh serangga dan tikus.
- Tidak mencemari tanah disekitarnya.
- Mudah dibersihkan dan aman digunakan.
- Dilengkapi dinding dan atap pelindung.
- Penerangan dan ventilasi cukup.
- Lantai kedap air dan luas ruangan memadai.
- Tersedia air, sabun dan alat pembersih.
Cara memelihara jamban sehat
- Lantai jamban hendaknya selalu bersih dan tidak ada genangan air.
- Bersihkan jamban secara teratur sehingga ruang jamban dalam keadaan bersih.
- Di dalam jamban tidak ada kotoran yang terlihat.
- Tidak ada serangga seperti kecoa, lalat dan tikus dan berkeliaran.
- Tersedia alat pembersih seperti sabun, sikat dan air bersih.
- Bila ada kerusakan, segera diperbaiki. (Serambinews.com/Firdha Ustin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jamban_2020.jpg)