156 Pengungsi Rohingya Sempat Diusir Warga Hendak Mendarat di Langkat, Lalu Turun di Deli Serdang
Kehadiran ratusan pengungsi Rohingya di Sumatera Utara ternyata sempat mendapat penolakan dari warga saat mereka hendak mendarat.
Kapolda Sumut Irjen Agung Setya Imam Effendi menyebut, pasca 156 pengungsi Rohingya tiba di Desa Karang Gading, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang pada Sabtu 30 Desember, UNHCR tak bisa dihubungi.
Sehingga, sampai malam pergantian tahun atau 1 x 24 jam pengungsi Rohingya tiba, pemerintah daerah dan aparat tak bisa berkomunikasi dengan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).
"Sedikit tambahan laporan bahwa sampai malam ini UNHCR belum bisa kami hubungi dan hadir disini,"kata Kapolda Sumut Irjen Agung Setya Imam Effendi, saat melaporkan situasi terkini pengungsi Rohingya kepada Panglima TNI dan Kapolri melalui meeting zoom, di lapangan Benteng Medan, Minggu (31/12/2023) malam.
Sementara itu, Panglima TNI Agus Subiyanto menyatakan bahwa dirinya sudah memerintahkan kepada Lantamal I Belawan untuk menghalau pengungsi Rohingya masuk ke perairan Sumatera Utara.
Bahkan, Angkatan Laut Indonesia dengan Angkat Laut India sempat saling dorong supaya mereka tak masuk ke Indonesia maupun ke India.
Disebut, angkatan Laut India mendorong pengungsi masuk ke Indonesia, sementara Angkatan Laut Indonesia juga menolak.
"Saya sudah memerintahkan Lantamal untuk menghalau sebenarnya. Kemarin ada tarik menarik antara angkatan laut India dengan kita. Angkatan Laut India mendorong pengungsi itu masuk ke kita. KRI kita juga mendorong agar keluar,"kata Panglima TNI Agus Subiyanto, saat menyampaikan pesan kepada Kapolda Sumut, Pangdam I Bukit Barisan dan PJ Gubernur Sumut, Minggu (31/12/2023) malam di lapangan Benteng Medan.
Sebanyak 156 pengungsi Rohingya yang tiba di pantai Timur Sumatera Utara, Pantai Mercusuar, Desa Karang Gading, Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang pada Sabtu 30 Desember pagi diduga sengaja diselundupkan ke Sumatera Utara.
Dari temuan Danlantamal I Belawan yang disampaikan Pangdam I Bukit Barisan Mayjen Mochamad Hasan Hasibuan, nahkoda kapal melarikan ke kapal lain sebelum tiba ke lokasi tujuan.
Sehingga seratusan warga Rohingya dibiarkan terombang-ambing di lautan sampai akhirnya tiba ke lokasi tujuan.
Pangdam I Bukit Barisan Mayjen Mochamad Hasan Hasibuan mengatakan, aparat juga menemukan sayuran segar di kapal mereka, yang diduga sengaja dikirim dari dataran untuk memenuhi kebutuhan pengungsi.
"Dari kapal ditemukan logistik segar yang kita duga logistik ini oleh Danlantamal disupport atau didukung dari daratan kita. Kemudian, nahkoda kapal ini sebelum mendarat meninggalkan kapal, pindah kapal yang lain,"kata Pangdam I Bukit Barisan Mayjen Mochamad Hasan Hasibuan, saat memaparkan kepada Panglima TNI di Lapangan Benteng Medan, Sabtu (31/12/2023).
Lanjut Mayjend Hasan, kecurigaan lain ialah kartu United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) yang dimiliki pengungsi.
Dimana dari hasil pemeriksaan, seluruh tanggal lahir mereka sama.
"Kemudian yang menonjol lain adalah kartu UNHCR yang ditemukan ini semua identitasnya, tanggal lahirnya sama."
Motif Pembunuhan Bocah 13 Tahun di Deli Serdang, Berawal Saling Ejek Nama Orang Tua |
![]() |
---|
Ilham Bocah 13 Tahun Tewas Dibunuh di Deli Serdang, 5 Pelaku Buat Skenario Kecelakaan |
![]() |
---|
Kronologi Nazwa Aliya Gadis Sumut Tewas di Kamboja, Kementerian Luar Negeri: Overdosis Obat |
![]() |
---|
Kisah Pilu Nazwa Aliya Gadis Sumut, Pamit Interview Kerja di Bank, Berakhir Tewas di Kamboja |
![]() |
---|
Kasus Maling Ubi Dianiaya dan Dibakar Hidup-hidup, Begini Nasib Personel Brimob Polda Sumut dan ASN |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.