156 Pengungsi Rohingya Sempat Diusir Warga Hendak Mendarat di Langkat, Lalu Turun di Deli Serdang

Kehadiran ratusan pengungsi Rohingya di Sumatera Utara ternyata sempat mendapat penolakan dari warga saat mereka hendak mendarat.

Editor: Faisal Zamzami
HO
Pengungsi Rohingya, Bangladesh yang mendarat di Desa Karang Gading, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. 

"Belum ada penyelidikan. Sejauh ini kami sifatnya pengamanan lokasi pengungsi dan sudah memasang garis polisi," katanya.

Baca juga: Pengungsi Rohingya di Pidie Capai 889 Orang, Pj Bupati Pidie Tolak Kedatangan yang Baru

 

Pj Gubernur Sumatera Utara, Hassanudin angkat bicara soal mendaratnya pengungsi Rohingya di Pantai Mercusuar, Desa Karang Gading, Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang.

Dikatakannya, ia telah mendapatkan informasi soal adanya pengungsi Rohingya yang mendarat ke wilayah nya dengan jumlah sebanyak 156 orang.

"Tadi juga sudah dilaporkan ke pusat, bahwa kita kedatangan pengungsi Rohingya sejumlah 147 orang," kata Hasanudin kepada tribun-medan.com, Minggu (31/12/2023).

Ia menjelaskan, keberadaan pengungsi Rohingya ini berada di sebuah pulau dan tidak bersinggungan langsung dengan Masyarakat yang berada di sana.

"Tentunya hal ini sudah kami terima dan mereka sudah di lokalisir ke suatu tempat yang masih berupa teluk dan belum berkontak langsung dengan masyarakat," sebutnya.

Hasanuddin menyampaikan, ratusan pengungsi Rohingya tersebut juga telah diberikan bantuan dasar seperti obat-obatan dan makanan.

"Secara awal kita sudah berikan bantuan kebutuhan dasar, nanti kita tangani dengan mekanisme yang ada sesuai arahan dari atas, tentunya kita cek kesehatan, dan hal-hal yang lain juga," bebernya.

Lalu, saat disinggung apakah pemerintah Sumatra Utara akan menampung para pengungsi Rohingya ini, Hassanudin mengaku belum mengetahuinya.

"Masalah penampungan itu nanti ditentukan dari pusat, kita akan melapor bagaimana mekanismenya," ucapnya.

Lebih lanjut, mantan Pangdam I Bukit Barisan ini juga menyampaikan bahwa pihaknya akan berkomunikasi dengan UNHCR terkait para pengungsi Rohingya ini.

"Sekarang ini karena dia sudah terdampar di tempat kita akan kita berikan pertolongan pertama kemanusiaan. Sudah dilaporkan kan mungkin sekarang UNHCR sudah akan menuju ke sana dia akan lihat," katanya.

Hasanuddin juga mengaku belum mengetahui, apakah ada tindakan pidana TPPO dalam kasus terdamparnya ratusan orang Rohingya ini atau tidak.

"Belum ada sampai sekarang, belum terungkap hal-hal yang lain, kita baru menemukan hal-hal yang mendasar," pungkasnya.

 

Baca juga: Tak Sepeser pun Minta Pembiayaan, UNHCR: Masifnya Tolak Rohingya Tanpa Satu Alasan Konkret

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved