Berita Aceh Tamiang

Sosialisasikan Pemilu Damai, Mahasiswa STAI Aceh Tamiang Bagikan Brosur dan Sebarkan Testimoni 

Mereka khawatir gaung Pemilu 2024 belum diserap masyarakat luas, sehingga berpengaruh terhadap rendahnya partisipasi suara.

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Mursal Ismail
Dokumen Mahasiswa      
Mahasiswa STAI Aceh Tamiang membagikan brosur Pemilu damai kepada masyarakat yang melintas di jalan raya, Jumat (12/1/2024) 

Mereka khawatir gaung Pemilu 2024 belum diserap masyarakat luas, sehingga berpengaruh terhadap rendahnya partisipasi suara.

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Belasan mahasiswa STAI Aceh Tamiang membagikan brosur, membentangkan spanduk dan membuat video testimoni tentang Pemilu damai, Jumat (13/1/2024) kemarin.

Aksi ini dilakukan atas inisiatif mereka yang bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat.

Mereka khawatir gaung Pemilu 2024 belum diserap masyarakat luas, sehingga berpengaruh terhadap rendahnya partisipasi suara.

“Kami khawatir hanya masyarakat yang terlibat dalam partai politik yang tertarik menggunakan hak pilih.

Padahal semua masyarakat bertanggung jawab dalam menentukan nasib negara dan kabupaten dalam lima tahun ke depan,” kata Ahmad, salah satu mahasiswa yang ikut aksi, Sabtu (13/1/2024).

Dalam aksi ini, mahasiswa membagikan brosur tentang Pemilu 2024 kepada seluruh pengendara yang melintas di Jalan Medan - Banda Aceh, Karangbaru, Aceh Tamiang.

Baca juga: Ditahan Imbang Tanpa Gol, Ini Tanggapan Pelatih Persiraja dan Semen Padang 

Selain itu, mereka juga membentangkan spanduk raksasa yang berisi pesan Pemilu damai.

Ahmad menambahkan, salah satu terciptanya Pemilu damai ini diraih bila masyarakat paham tentang pentingnya perbedaan politik dan tidak termakan isu.

Diakuinya era digitalisasi ini membuat fitnah terhadap salah satu calon tertentu sangat masif, sehingga perlu pemahaman agar masyarakat tidak terperngaruh.

“Kami hanya ingin membantu mewujudkan Pemilu damai, caranya masing-masing pihak harus menghentikan fitnah, ujaran kebencian, jangan sebar hoaks dan provokatif di media sosial,” kata dia.

Di akhir aksinya, mahasiswa membuat video testimoni tentang ajakan menyukseskan Pemilu damai.

Video ini nantinya akan disebarkan ke media sosial untuk mengimbangi video yang berisikan provokatif dan hoaks. (*)

Baca juga: Jadi Menantu Dewi Yull, Merdianti Octavia Ungkap Rahasia Akur dengan Mertua: Penerimaan dari Ibu

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved