Jurnalisme Warga
Budaya Nusantara Bergema dalam Pentas Perpisahan PMM 3 di UBBG
Pelepasan sekaligus pentas budaya ini menciptakan momen emosional yang impresif dan tak terlupakan di dalam lingkungan kampus.
Pentas seni berakhir, tetapi memori dan pengalaman yang telah dibagikan akan tetap membekas dalam hati setiap kami.
Pentas Seni Perpisahan Pertukaran Mahasiswa Merdeka bukan hanya sekadar pertunjukan seni, melainkan juga sebuah perayaan akan keberagaman budaya dan persahabatan antardaerah.
Seiring berakhirnya acara, canda tawa dan salam perpisahan dalam acara ‘sungkeman’ memenuhi udara, meninggalkan kenangan indah bagi semua yang hadir. Suasana di lapangan kala itu mulai hidup dengan warna-warni keceriaan dan nostalgia. Anak-anak PMM berkumpul dengan senyum di wajah, mencerminkan kombinasi perasaan antara kegembiraan karena prestasi yang dicapai selama program dan kerinduan lantaran akan meninggalkan teman-teman yang telah menjadi keluarga selama ini. Air mata campur aduk dengan tawa dan senyum menghiasi wajah-wajah kami.
Saya pribadi masih tidak menyangka akan meninggalkan Tanah Rencong tidak lama lagi. Provinsi dengan julukan ‘Serambi Makkah’ ini merupakan salah satu tempat impian saya untuk dikunjungi. Aceh, khususnya Universitas Bina Bangsa Getsempena, menjadi wadah pertemuan bagi keanekaragaman budaya Indonesia.
Kami, mahasiswa dari berbagai kampus di luar Pulau Sumatra berkumpul, membawa serta keunikan dan kekayaan budaya dari daerah masing-masing. Di tengah keanekaragaman tersebut, satu elemen yang terus mempersatukan kami adalah Aceh.
Sebagai tempat pertemuan dan penuh simbolisme, Aceh menjadi ikon yang menyatukan kami sebagai mahasiswa program PMM dalam suka dan duka. Aceh, dengan segala kelebihan dan keunikan budayanya, menjadi titik temu di mana toleransi dan persaudaraan menjadi kunci utamanya.
Selama hampir lima bulan lamanya, perpisahan menjadi bayangan yang semakin dekat. Meskipun kebersamaan kami sebentar lagi akan berakhir, saya harap kami semua dapat memilih untuk melihatnya sebagai awal dari petualangan baru. Aceh, dengan semua kenangan manis dan pahitnya, akan tetap menjadi magnet yang mempererat ikatan persahabatan di antara kami. Saya dan teman-teman PMM berjanji akan membawa semangat Aceh ke tempat asal masing-masing. Meskipun kami akan berpisah secara fisik, tetapi Aceh akan selalu hidup dalam hati kami, menjadi pengingat akan kekuatan persatuan dan keberagaman Indonesia.
Meskipun perpisahan selalu meninggalkan kerinduan, tetapi pengalaman dan kenangan yang diperoleh selama program PMM 3 Inbound di UBBG akan menjadi bekal berharga dalam setiap perjalanan hidup kami.
Perpisahan bukanlah akhir, melainkan awal dari hubungan yang akan terus dikenang dan dijalin meskipun terpisah oleh jarak. Pisah hanya di lahirnya, di hati kita tetap bersatu, kita tetap bersama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Jihan-Anggita-Putri.jpg)