Kupi Beungoh

Kerja Cerdas Kerja Ikhlas

Dengan bekerja seseorang akan mendapat banyak kebaikan. Dengan bekerja dapat memberi kebaikan untuk diri, untuk keluarga

Editor: Amirullah
ist
Dr. Ainal Mardhiah, S.Ag, M.Ag adalah Dosen Tetap Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Ar Raniry Banda Aceh 

Oleh: Dr. Ainal Mardhiah, S.Ag, M.Ag

"Jika Bisa Dipersulit Kenapa Harus Dipermudah", kata-kata ini dah biasa kita dengar dari mulut banyak orang, sebagai cermin hati yang kecewa, kesal mendapatkan  pelayanan yang buruk, tidak ramah, sulit, rumit atau dipersulit. Kecewa namun tidak bisa berbuat apa-apa, karena hanya orang biasa.

Pelayanan prima, mudah, sikap ramah, senyum sumringah, itu terkadang hanya diperuntukkan untuk orang tertentu seperti pejabat, orang penting atau orang terdekat.

Selain mereka,  kita lihat sebaliknya,  judes kalau bicara, tidak ramah, urusannya sulit, rumit dan bertele-tele, terkesan mempersulit,  membola-bola, di suruh kesana kemari sampai menghabiskan waktu, tenaga, materi, pikiran namun belum juga tuntas sebuah pekerjaan. Mengapa bisa demikian? Tidak menggambarkan kerja cerdas kerja ikhlas.

Digaji Untuk Melayani

Bukankah kita di gaji untuk melayani? Jika dosen melayani mahasiswa,  guru melayani murid, jika dokter melayani pasien, karyawan melayani urusan sesuai tugas pokok masing-masing.

Bukankah kita tidak diminta untuk bekerja? Kita yang menawarkan diri. Bukankah kita yang ikut tes lalu berharap dan berdo'a agar diterima, agar bisa lulus bekerja pada suatu lembaga? Setelah lulus, diterima menjadi pegawai, baik pegawai negeri maupun swasta, digaji setiap bulan, lalu kita tidak melakukan yang terbaik, yang kita mampu untuk lembaga yang sudah memuliakan kita, yang sudah menerima kita bekerja? Untuk apa juga kita?

Setelah diterima bekerja, kita tidak memberikan pelayanan terbaik untuk semua orang dengan pelayanan yang sama demi kemajuan lembaga yang sudah mengangkat kita menjadi pekerjanya. Malah keberadaan kita mendhalimi orang? Dimana kerja cerdas kerja ikhlas?

Kita Butuh Uang

Dunia bagi seorang muslim katanya persinggahan, tempat mengumpulkan bekal untuk akhirat. Apakah kita bisa beribadah, beramal shaleh dengan tenang dengan nyaman tanpa memiliki uang? Sulit saya rasa. Itulah sebab kita perlu bekerja karena perlu uang, agar dapat memenuhi kebutuhan hidup, agar kita  bisa nyaman dan aman beribadah dan beramal shaleh. 

Karena kita yang butuh pekerjaan butuh uang, bekerja dengan baik, dengan ikhlas, dengan senyum, sesuai kemampuan adalah komitmen pekerjaan bukan pilihan.

Bekerja Itu Ibadah

Tanpa uang kita sibuk memikirkan apa yang bisa dimakan hari ini, dimana bisa mendapatkan makanan, sehingga tidak punya waktu untuk beribadah dan beramal shaleh. 

Sebagaimana kata Rasulullah tanpa bekerja kita akan miskin, miskin itu berbahaya, bisa membuat seseorang menjadi kafir.

Begitu pentingnya seorang muslim bekerja, untuk menyelamatkan akidah  dari berbagai godaan akibat kemiskinan, tentunya kerja yang halal. Sebagaimanaa disebutkan dalam hadis berikut ini:

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved