Berita Sabang

3 Kasus DBD Terjadi di Sabang, 1 Meninggal, Ini Upaya Dilakukan Dinkes dan Imbauan kepada Warga

"Kasus DBD di Kota Sabang sejak 1 Januari 2024 hingga saat ini mencapai tiga kasus, satu orang meninggal dunia," kata Edi Suharto.

Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Mursal Ismail
For serambinews.com
Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Sabang melakukan fogging di gampong Cot Bau, Sabang, Jumat (19/1/2024) 

"Kasus DBD di Kota Sabang sejak 1 Januari 2024 hingga saat ini mencapai tiga kasus, satu orang meninggal dunia," kata Edi Suharto. 

Laporan Aulia Prasetya | Sabang

SERAMBINEWS.COM, SABANG - Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Sabang menyebutkan kasus Demam Berdarah Dengue DBD di Kota Sabang awal tahun 2024 ini terdeteksi tiga kasus.

Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Sabang, dr Edi Suharto, menyampaikan hal ini saat dijumpai Serambinews.com di kantor setempat, Kamis (1/2/2024). 

"Kasus DBD di Kota Sabang sejak 1 Januari 2024 hingga saat ini mencapai tiga kasus, satu orang meninggal dunia," kata Edi Suharto. 

Edi Suharto menyebutkan pada tahun 2023, angka kasus DBD di Sabang mencapai 31 kasus, dua meninggal, dan 29 dinyatakan sembuh. 

Ia menambahkan, upaya-upaya lain untuk membasmi nyamuk DBD adalah dengan melakukan fogging serta menyosialisasikan kepada masyarakat dalam menjaga kebersihan.

Edi menjelaskan, fogging dilakukan apabila telah memenuhi kriteria antara lain ditemukan penderita DBD satu atau lebih. 

Baca juga: Udah Nikah Satu Tahun Tapi Belum Hamil? dr Boyke Anjurkan PASUTRI Makan Ini Bisa Menambah Kesuburan

Kemudian ditemukan jentik lebih dari 5 persen dari rumah/bangunan yang diperiksa. Setelah memenuhi kriteria tersebut baru dilakukan setelah koordinasi dengan desa dan puskesmas setempat.

“Pahun ini kita sudah lakukan fogging di tiga titik. Untuk selanjutnya kita akan lakukan fogging lagi berdasarkan laporan dari rumah sakit, jika ditemukan lagi positif kasus DBD,” ujar Edi..

Menurutnya, solusi utama dalam penanggulangan DBD bukan fogging saja, karena hanya dapat dilakukan dalam radius 200 meter, sebanyak 2 kali dengan jeda waktu 1 minggu. 

Selain itu, fogging juga hanya membunuh nyamuk dewasa, tidak dapat memberantas telur dan jentik nyamuk, sehingga telur dan jentik nyamuk tersebut akan berkembang menjadi nyamuk dan dikhawatirkan akan resisten.

“Sambil melaksanakan fogging, kami juga melakukan sosialisasi bahwa fogging tidak menyelesaikan masalah, sama seperti kita menyemprot nyamuk, hari ini dilakukan penyemprotan, besok nyamuk datang lagi. 

Jadi selama kita tidak memusnahkan tempat berkembang biaknya nyamuk, maka nyamuk akan berkembang biak di tempat yang sudah kita semprot itu,” jelasnya. 

Baca juga: Digugat Cerai Usai 2 Tahun Menikah, Ini Perjuangan Teuku Ryan Demi Nikahi Ria Ricis, Sempat Ditolak

Edi menghimbau kepada seluruh masyarakat Sabang, agar dapat selalu melakukan upaya 3M plus minimal satu minggu sekali. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved