Minggu, 19 April 2026

Berita Banda Aceh

Polda Aceh Sebut Video Kekerasan yang Viral di Medsos Bukan di Aceh

Polda Aceh telah mengklarifikasi satu konten berupa foto yang menampilkan telapak tangan korban jambret hampir putus ditebas pelaku

Penulis: Subur Dani | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Akhir-akhir ini, banyak konten hoaks baik berupa foto maupun video yang menampilkan tindakan kekerasan beredar secara masif di pelbagai platform media sosial (medsos) yang menarasikan kejadian itu seolah terjadi di Aceh.

Sebelumnya, Polda Aceh telah mengklarifikasi satu konten berupa foto yang menampilkan telapak tangan korban jambret hampir putus ditebas pelaku. Konten tersebut sudah dipastikan hoaks.

Kali ini, Polda Aceh ingin mengklarifikasi dua video kekerasan yang beredar di medsos. 

Pertama, video sekelompok pemuda yang membawa senjata tajam sambil berjoget-joget di jalan. 

Di akhir video juga menampilkan seorang korban tewas dengan penuh luka bacok.

Video kedua, menampilkan seorang pemuda sedang menganiaya pemuda lainnya di bawah fly over dengan menghujamkan pisau secara bertubi-tubi dan brutal. 

Baca juga: Polda Aceh Imbau Warga Tak Sebar Lagi Informasi Hoaks terkait Korban Jambret di Limpok Aceh Besar

Dalam video itu juga terlihat ada pelaku lain, tetapi tidak tampak wajahnya.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto menjelaskan, kedua video kekerasan itu dinarasikan seolah lokasi kejadiannya di Aceh. 

Padahal, setelah dicek, tidak ada laporan atau kejadian seperti yang ada dalam video tersebut di Aceh.

"Kejadiannya itu bukan di Aceh. Bisa jadi itu di daerah lain," kata Joko, dalam rilis klarifikasi hoaks, Sabtu (3/2/2024).

Joko juga mengingatkan, agar masyarakat tidak menyebarkan hoaks atau informasi tanpa sumber yang jelas, karena dapat menimbulkan keresahan dan mengganggu kamtibmas yang selama ini sudah kondusif.

Baca juga: Jambret Tas Seorang Wanita di Jalan Blang Bintang Lama, Pria asal Kuta Malaka Dikeroyok Warga

Masyarakat juga diimbau agar bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak menyebarkan hoaks, terutama terkait kekerasan di jalan seperti curat, curas, dan jambret. 

Jangan sampai, tambah Joko, situasi yang sudah kondusif jadi terganggu dan menimbulkan keresahan dan rasa takut berlebihan bagi masyarakat.

"Kami minta jangan menyebarkan lagi narasi, foto, dan video hoaks yang dapat menimbulkan keresahan atau ketakutan di tengah-tengah masyarakat. 

Pastikan dulu keabsahan setiap informasi sebelum dikonsumsi atau dibagikan, sehingga situasi keamanan di Bumi Serambi Mekkah tetap terjaga dan kondusif," imbau Joko dengan tegas.(*)

Baca juga: Aceh Darurat Begal

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved