Kupi Beungoh

ISRA MIRAJ ITU: Perjalanan Fisik dan Ruh

Perjalanan Isra Mi'raj ini ada yang mengatakan perjalanan Ruh, sebagian ahli tafsir lainnya mengatakan ini adalah perjalanan Ruh dan Jasad. 

Editor: Amirullah
ist
Dr. Ainal Mardhiah, S.Ag, M.Ag adalah Dosen Tetap Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Ar Raniry Banda Aceh. 

Oleh: Dr. Ainal Mardhiah, S.Ag, M.Ag

Isra Mi'raj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW,  dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha sampai ke Sidratul Muntaha. Peristiwa Ini Allah sebutkan dalam Al Qur'an surat Al-Isra ayat 1 berikut ini, yang artinya;

"Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. Al Isra' ayat 1).

Perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha,  kemudian di lanjutkan ke Sidratul Muntaha, hal ini Allah sebutkan dalam Al Qur'an surat An Najm ayat 14 yang artinya:

"(yaitu) di Sidratul Muntaha," (QS. An Najm: 14).

Perjalanan tersebut Rasulullah lakukan bersama Malaikat Jibril, menggunakan "Buraq",  ini disebutkan dalam hadis:

“Rasulullah bersabda, ‘Aku didatangi (Jibril) bersama Buraq, maka aku menungganginya di belakang Jibril dan berangkatlah kami. Ketika ia (Buraq) hendak naik (terbang) maka ia angkat kedua kakinya (kedua kaki belakangnya) dan ketika hendak turun ia (Buraq) angkat kedua tangannya (kedua kaki depannya)," (HR Hakim).

Perjalanan Isra Mi'raj ini ada yang mengatakan perjalanan Ruh, sebagian ahli tafsir lainnya mengatakan ini adalah perjalanan Ruh dan Jasad. 

Menurut pendapat saya Isra Mi'raj adalah perjalanan Fisik dan Ruh,  berikut ini alasannya: 

Pertama, Allah SWT dalam Al Qur'an menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW itu adalah manusia biasa. Allah sebutkan di dalam Al-Quran surat Al-Kahfi ayat 110 yang artinya:

“Katakankah (wahai Muhammad) sesungguhnya aku adalah manusia sepertimu, yang diberikan wahyu…” (QS Al-Kahfi: 110).  

Seorang manusia biasa tentunya hanya dapat melakukan sebuah perjalanan dengan fisik, kalau bukan dengan "Fisik", itu mimpi namanya.

Demikian juga Nabi Muhammad SAW, yang Allah jelaskan, Allah sebutkan dalam Al-Quran,  bahwa beliau adalah manusia biasa, dengan demikian perjalanan Isra Mi'raj yang beliau lakukan adalah perjalanan "Fisik", disertai dengan "Ruh",  jika "fisik" berjalan otomatis "ruh" juga berjalan. 

Berbeda jika perjalanan ruh, fisik belum tentu berjalan, bisa jadi dalam mimpi. Namun karena Allah sebutkan Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha, dapat kita pahami Isra Mi'raj itu adalah perjalanan "Fisik", otomatis "Ruh" ikut bersamanya, bukan hanya perjalanan "Ruh", dan ini bukan "mimpi". 

Bukti lainnya bahwa Nabi Muhammad itu, mengaku sendiri,  bahwa beliau adalah manusia biasa, ini beliau sampaikan kepada para kerabatnya, bahwa beliau tidak mampu menolak siksa Allah yang menimpa mereka, tidak mampu memberikan manfaat bagi diri dan orang lain. Ini Allah sebutkan dalam ayat berikut ini:

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved