Jumat, 8 Mei 2026

Opini

Bahaya Money Politic Menjelang Pemilu

Money politik atau politik uang bisa didefinisikan sebagai upaya mempengaruhi pilihan para pemilih dengan memberikan imbalan materi atau yang lainnya

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/FOR SERAMBINEWS
Dr Rosmawardani Muhammad SH MH, Sekretaris LEPADSI (Lembaga Pemerhati dan Advokasi Syariat Islam Aceh) 

Laknat adalah kutukan dari Allah SWT yang berarti pelakunya akan mendapat siksa dan murka dari Allah SWT. Bahkan Rasulullah saw juga melaknat orang yang menjadi perantara antara keduanya.  

Hal ini menunjukkan bahwa suap-menyuap adalah perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah SWT dan Rasul-Nya.

Money politics adalah politik kotor yang sangat rentan sekali menghasilkan para pemimpin yang pragmatis dan non kapabilitas.

Dan yang sangat membahayakan akan melahirkan pemimpin korup karena ada beban target mengembalikan modal plus keuntungan.

Ini menunjukkan dengan jelas bahwa sistem demokrasi hari ini berbiaya mahal. Terlebih dukungan para pemodal dibuat dengan paradigma menanam saham.

Sehingga banyak kebijakan yang muncul setelah mereka duduk menjadi wakil rakyat yang pro kepentingan pemilik modal.

Karena dalam sistem pemilu hari ini, basis dukungan calon memang bergantung sekali pada iklan alias pencitraan, sedangkan caleg yang tidak punya uang atau tidak didukung para pemilik modal akan sulit untuk menang.

Paradigma kepemimpinan Islam

Pemilu sejatinya adalah tata cara untuk memilih pemimpin dan wakil-wakil rakyat untuk mengurus urusan rakyat.

Dalam Islam seorang penguasa/pemimpin akan mengambil amanah kepemimpinan dari rakyatnya atas nama Allah dan semata demi menyempurnakan ketaatan kepada Allah.

Alhasil, kepemimpinan tidak terlepas dari tujuan membumikan syariat Islam. Kekuasaan dan kepemimpinan jika dipisahkan dari Islam akan membahayakan pemangkunya serta akan merusak rakyat yang dipimpinnya.

Penguasa akan terhina karena mengkhianati Allah. Rakyat hanya akan menjadi korban penerapan aturan yang batil.  Muadz bin Jabal ra mengatakan bahwasanya Rasulullah saw pernah bersabda: “Ketahuilah, sesungguhnya Al Qur’an dan kekuasaan akan terpisah, maka janganlah kalian berpisah dari Al Qur’an.

Hendaknya para wakil rakyat yang akan terpilih nanti memiliki rasa takut karena mengemban Amanah rakyat.  Mereka harus paham, jika ada seorang rakyat yang menderita atau tidak terpenuhi haknya, mereka harus siap-siap diminta pertanggungjawaban sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Dia yang berkuasa atas lebih dari sepuluh orang akan membawa belenggu pada hari kiamat sampai keadilan melonggarkan rantainya atau tindakan tiraninya membawa ia kepada kehancuran.” (HR Tirmidzi).

Masyarakat yang memiliki hak memilih diminta menolak dengan tegas money politics karena adanya perbuatan asrar penyuap dan dosa besar. Pesta demokrasi lima tahunan itu tentu harus jauh dari perbuatan kecurangan termasuk money politic.

Memilih wakil rakyat memiliki tanggung jawab dunia dan akhirat. Dalam hal ini edukasi dari ulama dan tokoh-tokoh umat sangat dibutuhkan untuk mendakwahkan betapa besar dosa dan laknat yang akan diterima akibat money politics ini baik bagi penyuap maupun yang disuap.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved