Pemilu 2024

Aksi Pembakaran Surat Suara dan Kotak Suara di Papua Tengah Hambat Distribusi Logistik Pemilu

Minggu (11/02), aksi pembakaran logistik pemilu - yang ditempatkan di kantor distrik - juga dilakukan sekelompok orang di Distrik Baya Biru, Paniai.

|
Editor: Faisal Zamzami
Istimewa
Kasus pembakaran logistik Pemilu di Distrik Kebo dan Yagai di Kabupaten Paniai, Papua Tengah pada, Senin (13/2/2024) 

Video kasus pembongkaran kertas suara di Paniai

Sebuah video yang menayangkan aksi "pengrobekan, pembuangan dan pembakaran" logistik Pemilu 2024 di Paniai, Papua Tengah, telah beredar di media sosial, Senin (12/02).

Disebutkan logistik pemilu itu sedianya akan dibagikan di empat distrik, yaitu Distrik Kebo, Yagai, Muye dan Deiyai Miyo.

Dilaporkan terdengar suara-suara dari tayangan video yang menyebutkan bahwa mereka melakukan aksi itu karena ada formulir yang tidak disertakan di dalamnya.

Mereka mengeklaim surat C1 di dalam logistik pemilu itu "telah dibongkar".

BBC News Indonesia belum bisa mengklarifikasi kebenaran isi video itu, namun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Paniai telah membenarkan adanya aksi pengrusakan logistik pemilu itu.

Seperti dilaporkan wartawan media Jubi, Yamoye Abeth, Ketua KPU Paniai, Sisilia Nawipa menegaskan, pihaknya telah berulangkali menyampaikan bahwa pada Pemilu 2024 "tak ada Formulir C1 KWK".

Menurutnya, pihaknya telah menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) bagi penyelenggara tingkat bawah, yakni PPD (Panitia Pemilihan Distrik), PPS (Panitia Pemungutan Suara) dan KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) sebanyak tiga kali.

"Yang ada di Pemilu 2024 adalah C-Hasil model Pleno, Berita Acara dan Sertifikat Hasil dan C-Salinan," ungkap Sisilia Nawipa saat ditemui di Kantor KPU Paniai, Selasa, (13/02).

"Sehingga kalau ada yang bilang Pemilu 2024 menggunakan Form C1 KWK maka itu memprovokasi situasi untuk menimbulkan konflik di Paniai," katanya.

"Sebab Pemilu 2024 tidak pakai C1 KWK hologram, yang dipakai adalah C-Hasil model Plano, Berita Acara dan Sertifikat Hasil dan C-Salinan," tambah Sisilia.Dia menolak tuduhan yang menyebutkan semua dokumen itu tidak ada dalam kotak suara. "Semua lengkap ada di kotak suara," tegasnya.

Terkait aksi pengrusakan itu, pihaknya menduga ada berbagai kelompok yang "memprovokasi". "Hal ini yang membuat masyarakat tidak tenang sehingga logistik dibakar, dirusak, dibuang dan lainnya," tandasnya.

Baca juga: Identitas Mayat Ditemukan di Tanggul Saluran Air di Pidie Terungkap, Korban Diduga Dibunuh

Baca juga: Memanas, Connie Bakrie Bantah Rosan: Saya Ditawari Wamenhan hingga Mobil Jeep Jika Gabung Kubu 02

Baca juga: Dosen Fakultas Ilmu Sosial Ummah Aceh Gelar PKM Pengembangan Minat Bakat Bagi Siswa SMA di Takengon

 

Tribunnews.com: Pemilu 2024: Aksi 'pembakaran' surat suara di Papua Tengah 'menghambat' proses distribusi pemilu

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved