Kajian Islam
Niat Doa Mandi Wajib Pria, Ini Rukun dan Tata Cara Mandi Junub Bagi Laki-Laki yang Sempurna dan Sah
Cara mandi wajib dengan meniatkannya dan mengguyurkan air keseluruh tubuh adalah benar dan sah. Akan tetapi dia tidak melakukannya dengan sempurna.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Ansari Hasyim
Niat Doa Mandi Wajib Pria, Ini Rukun dan Tata Cara Mandi Junub Bagi Laki-Laki yang Sempurna dan Sah
SERAMBINEWS.COM – Mandi wajib merupakan mandi yang harus dilakukan oleh seorang pria Muslim setelah mengalami mimpi basah atau kegiatan lainnya yang menyebabkan dirinya keluar mani.
Salah satu tujuan mandi wajib adalah untuk membersihkan diri dari hadas besar (keadaan junub) sehingga seseorang bisa kembali bersuci UNTUK menjalankan ibadah, seperti shalat.
Mandi wajib dilakukan dengan cara membasuh dengan air keseluruh tubuh mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki.
Baca juga: Berjunub Dalam Keadaan Luka dan Diperban, Bagaimana Mandi Wajib? Ini Penjelasan Secara Fiqih
Adapun niat doa mandi wajib pria sebagai berikut:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
Nawaitul Ghusla Lifrafil Hadatsil Akbari Fardhan Lillahi Ta’aala
Artinya: “Sahaja aku niat mandi wajib untuk menghilangkan hadats besar fardhu karena Allah ta’aala.”
Seseorang pria yang tidak melakukan mandi wajib setelah melakukan hal-hal yang menyebabkan dirinya keluar mani, maka dapat menghalangi dirinya melakukan beberapa ibadah.
Seperti yang terdapat dalam hadist riwayat Bukhari dari Abu Hurairah.
Artinya: “Tidak akan diterima shalat orang yang hadats sampai ia wudhu.” (HR Bukhari dari Abu Hurairah).
Berikut Ini Rukun Mandi Junub
1. Membaca Niat
Membaca niat ini bisa diungkapkan dalam hati. Namun, lebih baik jika mampu melafalkan secara lisan.
2. Membasuh seluruh bagian tubuh, termasuk rambut dan bulu
Kajian Islam
doa mandi wajib
niat mandi wajib
tata cara mandi wajib
rukun mandi wajib
doa mandi junub
niat mandi wajib pria
Serambi Indonesia
Serambinews
| Wajibkah Menikahi Wanita yang Pernah Dizinahi? Ini Jawaban Buya Yahya soal Anak hingga Menutup Aib |
|
|---|
| 7 Amalan untuk Memaksimalkan Hari Jumat, Diampuni Dosa hingga Membawa Keberkahan |
|
|---|
| Bolehkah Arisan dan Patungan Qurban untuk Idul Adha? Buya Yahya Jelaskan Hukumnya, Ini Catatannya |
|
|---|
| Buya Yahya Ungkap Keutamaan 10 Awal Zulhijah, Ajak Umat Perbanyak Puasa, Sedekah dan Zikir |
|
|---|
| Suami Tak Mampu Menafkahi, Haruskah Istri Cerai? Ini Penjelasan Buya Yahya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ilustrasi-mandi-wajib-pria-atau-mandi-junub.jpg)