Kupi Beungoh
Eksistensi Ulama sebagai Penentu Kemenangan AMIN di Aceh
Menelisik lebih jauh bagaimana eksistensi ulama Aceh sebagai komunikator politik untuk meningkatkan partisipasi politik masyarakat.
Oleh : Dana Ismawan
SERAMBINEWS.COM - Menarik untuk menelisik lebih jauh bagaimana eksistensi ulama Aceh sebagai komunikator politik untuk meningkatkan partisipasi politik masyarakat sekaligus mengupayakan kemenangan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar khususnya di Provinsi Aceh.
Pemilihan umum tahun 2024 akan menandai sejumlah perubahan penting dalam peta politik Indonesia kedepan.
Pemilihan umum (Pemilu) merupakan salah satu momen penting dalam proses demokrasi Indonesia.
Sebagaimana pada umumnya negara-negara demokrasi, dianggap bahwa besarnya partisipasi masyarakat akan menciptakan sistem demokrasi yang lebih baik.
Dalam implementasinya, tingginya tingkat partisipasi politik masyarakat menunjukkan bahwa warga negara mengikuti dan memahami masalah politik serta berkeinginan untuk terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan tersebut.
Sebaliknya, rendahnya tingkat partisipasi politik masyarakat pada umumnya dapat ditafsirkan bahwa banyak warga negara yang tidak menaruh perhatian terhadap masalah kenegaraan atau demokrasi.
Secara umum, partisipasi politik dapat diartikan sebagai kegiatan suka rela warga negara dalam proses politik yang dapat menjadi tolak ukur kehidupan demokrasi dalam suatu bangsa.
Partisipasi politik dapat ditunjukkan melalui beberapa tindakan seperti, memberikan suara dalam pemilihan umum, menghadiri rapat umum, menjadi anggota suatu partai atau kelompok kepentingan, hingga melakukan pendekatan atau hubungan dengan pejabat pemerintah maupun anggota parlemen.
Dalam mendorong peningkatan partisipasi masyarakat, peran komunikator politik menjadi sangat krusial.
Komunikator politik berperan vital dalam membentuk persepsi dan pandangan masyarakat terhadap suatu calon yang tengah menjadi kontestan pemilu serta isu-isu politik lain yang dihadapi negara.
Disisi lain, khalayak politik sebagai penerima pesan politik turut memainkan peran penting dalam menentukan arah suatu pemilihan.
Sebagai aktivis dalam kajian komunikator politik, ulama memiliki posisi yang setara sebagai opinion leader atau pemuka pendapat.
Ulama menjadi sosok yang sangat dihormati serta berada pada kedudukan yang sangat penting untuk membentuk tatanan hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara khususnya di Provinsi Aceh.
Ulama juga memiliki pengaruh yang sangat kuat bagi masyarakat Aceh yang kental dengan nuansa nilai syariat Islam, sehingga apa yang disampaikannya mampu menjadi rujukan bagi umat dalam kehidupan.
Mengutip apa yang disampaikan pada Serambinews.com pada 8 Januari 2024 lalu, sejumlah ulama Aceh didaulat sebagai Tim Pemenangan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1 dengan posisi sebagai Dewan Penasihat, diantaranya Tgk H Nuruzzahri (Waled Nu), Tgk H Hasanoelbasri HG (Abu Mudi), Tgk H Bulqaini Tanjungan (Tu Bulqaini) yang juga sebagai Ketua Umum Partai PAS melalui surat keputusan yang diterbitkan di Jakarta pada tanggal 25 Desember 2023.
Setidaknya ada tiga faktor yang mampu mendorong kuatnya pengaruh ulama bagi masyarakat.
Pertama, ulama memiliki pengetahuan yang luas, tidak hanya dalam bidang ajaran-ajaran agama Islam, namun juga dalam wawasan pembangunan dan kenegaraan.
Kedua, sebagai individu yang menguasai ajaran-ajaran agama, kehidupan kepribadiannya sentiasa terjaga, memiliki akhlakul karimah dan kehidupan yang sederhana.
Ketiga, kedekatan ulama dengan masyarakat yang hampir tidak berbatas, sehingga mampu menciptakan hubungan emosional dan komunikasi yang harmonis antara kedua belah pihak.
Ketiga faktor tersebut sangat relevan dalam upaya menarik minat dan partisipasi politik masyarakat untuk ikut serta memberikan suara pada pemilu tahun 2024 melalui pesan-pesan damai dan himbauan untuk tidak menjadi golput.
Disamping itu, kedekatan pasangan nomor urut 1 dengan para ulama Aceh ini dapat menjadi salah satu alasan kecenderungan masyarakat Aceh memenangkan Anies-Muhaimin, tentu dengan tidak mengesampingkan berbagai visi misi maupun program kerja yang diusung.
Dasar kemenangan ini dapat kita cermati dari tingginya perolehan suara sebagaimana yang termuat pada laman resmi KPU melalui website pemilu2024.kpu.go.id dimana pasangan capres-cawapres nomor urut 1 mendapat 76,57 persen suara, jika dibandingkan dengan capres-cawapres nomor urut 2 sebesar 21,17 persen dan capres-cawapres nomor urut 3 hanya sebesar 2,26 persen suara masyarakat Aceh.
Hal ini menunjukkan bahwa strategi kampanye, pendekatan dan faktor ulama sebagai komunikator politik dapat dikatakan berhasil menyentuh seluruh dimensi khalayak politik di Aceh, mulai dari kalangan elit, publik yang memberikan perhatian atau atentif public, hingga kepada masyarakat pada umumnya atau general public.
Komunikasi politik yang dilakukan oleh ulama akan dapat membantu mempercepat dan memudahkan aktivitas politik yang dilakukan.
Keterlibatan ulama ini juga akan menjadi contoh bagi umat, agar umat juga turut serta memberikan bantuan dan dukungan dalam menyukseskan salah satu pasangan calon utamanya bagi khalayak yang belum memiliki ketetapan hati untuk memilih salah satu kandidat.
Hal ini lebih karena pada diri ulama memiliki kredibilitas komunikasi yang tinggi, integritas, kapasitas dan dedikasi.
Posisi ulama sebagai opinion leader dalam masyarakat, akan memudahkan ulama untuk berkomunikasi secara langsung melalui berbagai media dengan masyarakat, karena ia telah dikenal baik oleh masyarakat, serta turut mengenal dan mengetahui keinginan khalayak.
Oleh karenanya, kita patut memberikan penilaian bahwa keunggulan jumlah suara yang diperoleh capres-cawapres nomor urut 1 Anies-Muhaimin di Aceh salah satunya dipengaruhi oleh kuatnya kedekatan dan hubungan emosional sekaligus turut pula didukung dengan kehadiran sosok-sosok Ulama sebagai komunikator politik yang memainkan peran opinion leader atau pemuka pendapat yang mampu menyentuh seluruh khalayak politik di Bumi Aceh Serambi Mekah. (*)
*) PENULIS adalah Mahasiswa S2 Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Ar-Raniry, Peminat Komunikasi Politik
Email: danaismawan96@gmail.com
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dana-Ismawan.jpg)