Konflik Palestina vs Israel

AKHIRNYA! Israel Izinkan Jemaah Muslim Masuk Masjid Al-Aqsa Saat Ramadhan, Tapi Hanya Minggu Pertama

Setiap tahun, puluhan ribu jemaah Muslim menyambut Ramadhan dengan menggelar shalat berjamaah di masjid Al-Aqsa.

Editor: Amirullah
AP
Warga Palestina berkumpul untuk shalat Jumat, di samping Masjid Kubah Batu di kompleks Masjid Al Aqsa di kota tua Jerusalem, Jumat (6/11/2020). 

SERAMBINEWS.COM - Israel memutuskan akan memberi izin sebanyak mungkin jemaah Muslim untuk mengakses Masjid Al-Aqsa di Yerusalem saat Ramadhan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Namun, hal itu berlaku untuk pekan pertama Ramadhan saja.

Selanjutnya, Israel bisa mengubah kebijakan.

Kantor Perdana Menteri Israel pada Selasa (5/3/2024) menyebutkan, Israel akan mengizinkan jemaah Muslim mengakses Masjid Al-Aqsa selama minggu pertama Ramadhan sebanyak tahun-tahun sebelumnya.

"Pada minggu pertama Ramadhan, jemaah akan diizinkan untuk memasuki Temple Mount, dalam jumlah yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Kemudian setiap minggu akan ada penilaian situasi dalam hal keamanan dan keselamatan, lalu keputusan akan diambil sesuai dengan itu," kata mereka menggunakan istilah Yahudi untuk situs tersebut, sebagaimana dikutip dari AFP dan Kompas.com.

Setiap tahun, puluhan ribu jemaah Muslim menyambut Ramadhan dengan menggelar shalat berjamaah di masjid Al-Aqsa.

Ramadhan tahun ini tiba ketika Israel melakukan kampanye militer tanpa henti di Jalur Gaza sebagai tanggapan atas serangan yang dilakukan oleh Hamas di Israel pada tanggal 7 Oktober.

Israel mengkaji bagaimana menangani ibadah di Yerusalem selama Ramadhan, bulan puasa Islam yang akan dimulai pada tanggal 10 atau 11 Maret, tergantung pada kalender lunar.

Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel, Itamar Ben Gvir, baru-baru ini menyebutkan warga Palestina di Tepi Barat "tidak boleh diizinkan" masuk ke Yerusalem untuk beribadah selama bulan Ramadhan.

"Kami tidak bisa mengambil risiko. Kami tidak bisa membiarkan perempuan dan anak-anak disandera di Gaza dan membiarkan perayaan untuk Hamas di Temple Mount," ungkapnya.

Ben Gvir memimpin partai sayap kanan yang mendukung kontrol Yahudi atas kompleks tersebut.

Beberapa hari selanjutnya, Amerika Serikat menyerukan kepada Israel untuk mengizinkan umat Muslim beribadah di Masjid Al-Aqsa.

"Ini bukan hanya masalah memberikan kebebasan beragama yang layak mereka dapatkan. Ini juga merupakan masalah yang secara langsung penting bagi keamanan Israel," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Matthew Miller.

"Bukanlah kepentingan keamanan Israel untuk mengobarkan ketegangan di Tepi Barat atau di wilayah yang lebih luas," tambahnya.

Hamas sudah menyerukan gerakan massa di Masjid Al-Aqsa untuk menyambut dimulainya bulan Ramadhan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved