Internasional
Menang Mutlak, Putin Kembali Terpilih jadi Presiden Rusia
Selain keunggulan Putin yang signifikan, kandidat-kandidat lain dalam pemilu ini juga memperoleh dukungan yang berbeda-beda.
SERAMBINEWS.COM - Ketika jajak pendapat pemilihan presiden Rusia ditutup, jajak pendapat yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Opini Publik Rusia (VCIOM) mengungkapkan bahwa Presiden Vladimir Putin memimpin dengan perolehan suara sebesar 87,8 persen.
Mengonfirmasi keunggulan Putin, Komisi Pemilihan Umum Pusat mengumumkan pada hari Minggu bahwa Vladimir Putin memimpin dalam pemilihan presiden.
Pernyataan komisi tersebut menyusul penutupan tempat pemungutan suara di seluruh negeri.
Selain keunggulan Putin yang signifikan, kandidat-kandidat lain dalam pemilu ini juga memperoleh dukungan yang berbeda-beda.
Baca juga: Rusia Andalkan Bom Luncur, Sulit Terdeteksi Radar, Jadi Ancaman bagi Batalyon Pertahanan Ukraina
Kandidat presiden Kharitonov memperoleh 4,6 % suara, sementara Davankov memperoleh 4,2 % . Slutsky tertinggal dengan 3 % suara.
Diperkirakan 1,2 % surat suara dinyatakan tidak sah, menurut jajak pendapat VCIOM.
Ketua Komisi Pemilihan Umum Rusia memberikan wawasan lebih lanjut, mengungkapkan bahwa jumlah pemilih mencapai 74,22 % pada pukul 6 sore waktu Moskow.
Hal ini menunjukkan tingginya tingkat partisipasi warga Rusia dalam proses pemilu.
Kemenangan yang jelas
Kemungkinan kemenangan Putin dapat dikaitkan dengan beberapa alasan, yang pertama adalah apa yang dianggap Rusia sebagai upaya mempertahankan keamanan nasional Rusia melalui perang di Ukraina.
Konflik di Ukraina bermula dari pemberontakan Euromaidan tahun 2014, yang dipicu oleh keputusan Presiden Yanukovych saat itu untuk menangguhkan perjanjian asosiasi UE demi menjalin hubungan yang lebih erat dengan Rusia.
Pada bulan Februari 2014, bentrokan kekerasan antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan menyebabkan banyak korban jiwa dan mendorong Yanukovych melarikan diri dari Ukraina, yang menyebabkan kudeta dan pembentukan pemerintahan sementara yang didukung Barat.
Pada bulan Maret 2014, karena tingginya tingkat agresi terhadap etnis Rusia di Ukraina, Rusia memutuskan untuk mencaplok Krimea dari Ukraina.
Ukraina berusaha untuk mendapatkan kembali kendali atas wilayah-wilayah ini tetapi gagal mencapai tujuannya.
Pada bulan September 2014, Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE) mengumumkan rencana untuk memediasi perjanjian gencatan senjata yang dikenal sebagai Perjanjian Minsk untuk menghentikan pertempuran dan membangun kerangka kerja resolusi politik.
Belakangan terungkap pada bulan Desember 2022 bahwa gencatan senjata adalah bagian dari rencana untuk memberi Ukraina waktu untuk memperkuat diri, menurut mantan Kanselir Jerman Angela Merkel, yang secara efektif merupakan pengkhianatan terhadap Rusia.
Ketahanan ekonomi
Faktor kedua yang berkontribusi adalah ketahanan ekonomi Rusia dalam menghadapi sanksi AS.
Alih-alih menghadapi kemerosotan dahsyat seperti yang diperkirakan sebagian besar ekonom Barat, perekonomian Rusia malah mengalami resesi yang tingkat keparahannya lebih ringan dan durasinya lebih singkat dari perkiraan.
Selain itu, meskipun inflasi muncul sebagai kekhawatiran baru-baru ini, bahkan memicu kekhawatiran Putin sendiri, data terbaru menunjukkan stabilisasi harga.
Ketahanan ekonomi Rusia sebagian disebabkan oleh upaya stimulus di masa lalu, dimana perusahaan dan rumah tangga memiliki cadangan uang tunai yang besar.
Penghindaran sanksi semakin meningkatkan perekonomian, karena perusahaan telah menyesuaikan rantai pasokan dan menjalin hubungan perdagangan baru, khususnya dengan Tiongkok.
Ketahanan Rusia terhadap sanksi menunjukkan bahwa peralihan cepat ke dunia multipolar sedang terjadi, terutama mengingat organisasi BRICS baru-baru ini memasukkan anggota baru, termasuk sekutu utama AS, Arab Saudi.
Ketika de-dolarisasi mendapatkan momentum, timbul pertanyaan mengenai masa depan hegemoni ekonomi AS dan implikasinya terhadap dinamika perekonomian global.
Diskusi tentang penciptaan pasar keuangan alternatif dan mata uang cadangan juga mendapat perhatian.(*)
Agni-V Meluncur! Perlombaan Rudal India dan Pakistan Memanas, India Kirim Sinyal Keras ke China? |
![]() |
---|
Satria Kumbara Meringis Kesakitan, TNI Tegaskan Tak Lagi Bertanggung Jawab Kepada Pengkhianat Negara |
![]() |
---|
The Fed Siap Tekan Suku Bunga, Wall Street Bergairah, Trump Ngamuk Lagi? |
![]() |
---|
Korea Selatan Hujani Peluru Peringatan, Tentara Korut Kabur dari Perbatasan! |
![]() |
---|
Misteri Kematian Zara Qairina: Sidang Penentuan Pemeriksaan Digelar Hari Ini, 195 Saksi Diperiksa! |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.