Kupi Beungoh

Puasa Momentum Menguatkan Ketahanan Jiwa

Jadi, bersyukurlah bagi setiap jiwa yang membaca tulisan ini yang masih dalam keadaan sehat jasmani dan rohani serta sedang menjalankan ibadah puasa.

Editor: Agus Ramadhan
IST
Ketua Umum DPP Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, Tgk Mustafa Husen Woyla 

*) Oleh Tgk. Mustafa Husen Woyla, S.Pd.I

SERAMBINEWS.COM - Hidup sehat wal afiat di bulan Ramadan adalah anugerah, karena banyak di antara kita yang telah meninggalkan dunia pada Ramadan 1445 H ini untuk menghadap Allah sang Pencipta.

Begitu juga bagi yang masih hidup namun tidak diberi kesehatan untuk mampu berpuasa, atau bagi yang sehat jasmani dan rohani namun sayang, tidak diberi taufik untuk menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan.

Jadi, bersyukurlah bagi setiap jiwa yang membaca tulisan ini yang masih dalam keadaan sehat jasmani dan rohani serta sedang menjalankan ibadah puasa.

Mari manfaatkan momentum ini sebaik mungkin, karena tidak semua orang akan mendapatkan kesempatan untuk menjalankan ibadah suci ini di bulan-bulan yang akan datang.

Mengapa Puasa dapat disebut sebagai Momentum Ketahanan Jiwa?

Pada zaman Rasulullah Saw., ketika Idul Fitri tiba, beliau naik ke mimbar dan bersabda,

"Sesungguhnya Jibril datang kepada saya dan berkata, 'Barang siapa yang mencapai bulan Ramadan namun tidak diampuni dosanya, maka dia akan masuk neraka dan ditinggalkan oleh Allah. Katakanlah 'Amin', maka saya pun mengucapkan 'Amin'." (HR. Ahmad dan Al-Baihaqi)

Berdasarkan hal tersebut, ulama besar Abdurahman ibn Syihab al-Din Ahmad ibn Rajab menyatakan, "Barangsiapa yang tidak diampuni dosanya di bulan Ramadan, maka dosanya tidak akan diampuni di bulan-bulan lainnya."

Artinya, sangat sulit untuk mendapatkan 'fasilitas' serupa di bulan lain.

Gangguan dari jin dan syaitan ditiadakan, pintu rahmat terbuka, dan pintu neraka tertutup.

Pahala dilipat gandakan, sunnah dianggap sebagai amal wajib, dan hal-hal yang diwajibkan menjadi lebih mulia. Sungguh suatu keistimewaan.

Oleh karena itu, adalah celaka bagi mereka yang mengabaikan keistimewaan Ramadan, sebagaimana yang disebutkan dalam hadis berikut,

"Celakalah bagi orang yang mencapai bulan RamadHan namun berlalu tanpa diampuni dosanya..." (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

Puasa dan Ketahanan Jiwa

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved