Opini

Idul Fitri, Wisuda Universal Pendidikan Ramadhan

Menurut sejarah Islam, Hari Raya Idul Fitri untuk pertama kalinya dirayakan umat Islam, selepas Perang Badar yang terjadi pada 17 Ramadhan 2 H. Dalam

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/FOR SERAMBI INDONESIA
Feri Irawan SSi MPd, Kepala SMKN 1 Jeunieb dan Ketua IGI Daerah Bireuen. 

Oleh: Feri Irawan SSi MPd *)

IDUL Fitri atau di Aceh disebut Uroe Raya Puasa bukan sekadar perihal pakaian baru dan hal-hal lain yang serba baru. Ungkapan ini seolah meluruskan orang-orang yang berpikir bahwa hari raya Idul Fitri selalu identik dengan pakaian serba baru, aneka makanan super lengkap dan super lezat, dan mudik atau pulang kampung.

Bahkan merayakan Idul Fitri bersama keluarga, ada masyarakat yang rela menempuh perjalanan jauh agar bisa berkumpul di kampung halaman. Tidak heran jika pada hari raya Idul Fitri marak dengan acara halal bi halal atau “Open House” istilah lain dari silaturrahim yang menjadi kultur masyarakat Indonesia pada momen Idul Fitri.

Menurut sejarah Islam, Hari Raya Idul Fitri untuk pertama kalinya dirayakan umat Islam, selepas Perang Badar yang terjadi pada 17 Ramadhan 2 H. Dalam pertempuran itu, umat Islam meraih kemenangan. Menurut sebuah riwayat, Nabi saw dan para sahabat menunaikan Shalat Ied pertama kali dalam kondisi luka-luka yang masih belum pulih akibat Perang Badar.

Rasulullah saw pun merayakan Hari Raya Idul Fitri pertama dalam kondisi letih. Sampai-sampai Nabi saw bersandar kepada Bilal ra dan menyampaikan khutbah Ied. Menyambut hari kemenangan dengan hal-hal positif memang sangat dianjurkan.

Hal itu terbukti bagaimana antusiasnya Rasulullah dalam menyambut Idul Fitri, namun tentu saja beliau tidak menanggalkan syariat Islam atau berlebih-lebihan atas sesuatu.

Ya, Idul Fitri bukanlah sekadar hari kemenangan setelah melaksanakan puasa Ramadan melawan hawa nafsu. Lebih dari itu, Idul Fitri dimaknai sebagai bentuk refleksi diri, bentuk rasa syukur, dan kegembiraan. Syukur harus senantiasa menjadi pakaian kebanggaan bagi setiap muslim.

Rasa syukur itu diwujudkan dengan bersilaturahmi dan saling memaafkan. Karena dengan rasa syukur inilah kita sangat meyakini masih banyak nikmat yang telah Allah swt titipkan kepada kita yang tidak dimiliki oleh orang lain.

Bukan justru sebaliknya, merayakannya dengan meriah dan berlebihan sehingga mengarah ke foya-foya. Tetapi sambutlah dengan gembira namun tetap berada dalam batas kewajaran.

Bukan sekadar perayaan

Idul Fitri bukan hanya perayaan fisik saja tapi juga perayaan jiwa menuju hati yang bersih, pribadi yang pemaaf, dan pribadi yang sabar. Esensi Idul Fitri bukanlah mudik fisik dari kota ke kampung halaman, tetapi mudik mental spiritual, mudik rohani dari perbudakan hawa nafsu menuju spiritualisasi dan penyucian diri sehingga menjadi muttaqiin sejati.

Saat Idul Fitri seharusnya ketaatan pada Allah swt justru semakin bertambah. Sebab, kita telah dilatih selama satu bulan untuk berlomba-lomba beramal shalih. Jangan sampai ketika Ramadhan pergi, amal-amal kebaikan itu juga turut lenyap. Yang diharapkan setelah Ramadhan adalah kebaikan-kebaikan tetap senantiasa ditebarkan, bahkan jika mampu justru semakin bertambah kadarnya.

Idul Fitri bukan sekadar perayaan tanpa makna spiritual, melainkan manifestasi teologis atas kesucian asal usul jati diri kita yang bertauhid dan mencintai Allah swt. Idul Fitri merupakan ungkapan rasa syukur bagi umat Islam yang berhasil melaksanakan ibadah puasa Ramadhan.

Keberhasilan itu mengantarkan seorang muslim menaiki tangga spiritual yang tinggi, yaitu kembali kepada kesucian diri. Maka dari sudut ini, hanya orang-orang Islam yang berpuasa yang berhak merayakan dan mendapatkan Idul Fitri. Idul Fitri adalah wisuda universal pendidikan Ramadhan sekaligus reformasi iman, ilmu dan amal saleh.

Dengan kata lain, spirit Idul Fitri itu merawat “pakaian takwa” setelah Ramadhan agar tetap bersih dan menjadi bekal dan modal spiritual terbaik dalam menjalani kehidupan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved